
Purworejo, CyberNews. Keinginan Purworejo mematenkan kambing peranakan etawa (PE) tidak disetujui oleh Departemen Hukum dan HAM (Depkum&HAM). Usul pengajuan hak paten kambing PE yang dilakukan Pemkab Purworejo beberapa waktu lalu ditotak.
Kabid Peternakan M Riyanto yang dimintai konfirmasi wartawan di kantornya Selasa (23/6) mengungkapkan, penolakan itu bukan karena sudah ada daerah lain yang mengajukannya, melainkan kambing PE tidak masuk dalam spesifikasi obyek hak paten. "Beberapa waktu lalu sudah ada tim dari Jakarta yang turun kesini merespon hak paten yang kita ajukan. Dijelaskan bahwa makhluk hidup tidak bisa dipatenkan karena berkaitan indikasi geografis," jelasnya.
Kendati demikian, tim dari Depkum&HAM itu memberikan gambaran bahwa Purworejo bisa mematenkan hasil yang diperoleh dari kambing PE. Dicontohkan adalah dagingnya atau susunya, bukan makhluk hidup berupa kambing.
Diungkapkan Riyanto, Pemkab Purworejo yang didukung Pemprov Jateng berinisiatif mematenkan produk susu kambing PE dari Purworejo. Saat ini persyaratannya sedang dilengkapi sebelum nantinya diajukan lagi ke Jakarta. "Untuk mengajukan hak paten ternyata tidak mudah. Perlu ada sertifikat resmi SNI mengenai produk yang akan dipatenkan. Tapi kita tetap akan berusaha," katanya.
Menurut Riyanto, susu kambing PE memiliki prospek yang cukup bagus. Selama ini, peternak di wilayah sentra kambing PE Kecamatan Kaligesing masih terfokus pada penggemukan dan peranakan. Padahal ada peluang diversifikasi usaha yang juga
menjanjikan keuntungan.
Dikatakan Riyanto, permintaan pasar terhadap susu kambing PE belakangan ini terus meningkat. Sayang sekali peternak belum melihat ini sebagai peluang pengembangan ternak. Akibatnya terkadang permintaan pasar tidak terlayani. "Asumsi kita saat ini dalam sehari rata-rata produksi susu kambing PE di Purworejo ini hanya berkisar 50 liter. Padahal sekarang ini dunia medis sudah merekomendasikan bahwa susu kambing PE memiliki khasiat bagus untuk kesehatan,"
katanya.
Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan akan terus mensosialisasikan peluang diversifikasi usaha tersebut kepada peternak. "Supaya ada yang difokuskan untuk produksi susu," tandasnya.