Pekalongan, CyberNews. Sebanyak 26.000 kuintal gula lokal produksi 2007 menumpuk di Gudang PG Sragi karena tak diambil pedagang menyusul dugaan membanjirnya gula rafinasi impor. Akibatnya PG Sragi dan petani dirugikan karena gula itu harus diproses ulang karena sudah melebihi enam bulan tersimpan di gudang.
Administratur PG Sragi Gatut Kussetiadi mengatakan, jika pemerintah pusat tidak segera mengubah tata niaga gula maka target swasembada gula 2009 bisa gagal.
''Di pasar saat ini diperkirakan terjadi kelebihan stok,'' tuturnya.
Di pasaran diperkirakan ada sekitar 6 juta ton gula, sedangkan kebutuhan masyarakat hanya sekitar 4,8 juta ton. maka sudah terjadi adalah tuturnya harga gula.
''Lelang gula tahun lalu harganya Rp 5200/kg tahun ini hanya Rp 5000/kg, '' paparnya.
Padahal produksi dia PG Se-Indonesia termasuk PG Sragi sebagian besar adalah tebu rakyat. Jika tata niaga tebu tidak segera dirombak dengan menghentikan impor maka ini gula dalam negeri akan hancur.
''Kalau petani bisa pindah tidak menanam tebu, tapi akan gulung tikar,'' paparnya.
Seluruh PG Se-Indonesia kata dia, terpukul dengan kondisi saat ini. Untuk itu para Administratur Se-Indonesia terus untuk digelar audiensi dengan pemerintah. ''Salah satu yang diagendakan adalah mendesak perubahan tata niaga gula,'' paparnya.
Dua tahun
Padahal kondisi gula dua tahun sebelumnya dinilai menggembirakan sehingga pemerintah menargetkan swasembada gula tahun depan. Namun tahun ini gula impor justru membanjir.
''Jika seperti ini terus paling lama kita akan bertahan dua tahun,'' paparnya. (
Muhammad Burhan / CN09 )
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad