panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 September 2008 | 15:04 wib
Gula Kristal Banjiri Pasar, Petani Menjerit
Kajen, CyberNews. Pemberian Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) bagi petani tebu yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah ternyata masih menyisakan persoalan. Pasalnya harga gula di pasar dinilai masih merugikan petani. Padahal biaya produksi pasca kenaikan BBM beberapa bulan lalu semuanya naik.

Sedangkan harga gula masih stagnan ''Biaya produksinya naik, harga gula masih setara beras yaitu sekitar Rp 5200/kg dari petani,'' ujar Suradi (45), salah seorang petani tebu.

Padahal berbagai biaya dari mulai sewa tanah, biaya angkutan, upah buruh, pupuk, dan obat semuanya naik. ''Sedangkan harga gula tetap,'' paparnya.

Harga gula yang wajar adalah 1,5 kali harga beras. Jadi kalau kini harga beras rata-rata Rp 5200/kg maka harga gula kata Suradi, hrausnya minimal Rp 6000/kg. Untuk proses dari produksi tebu, panen dan pemberian rendemen dari PG Sragi dinilai sudah bagus. Namun ketika sudah jadi gula dan masuk ke pasaran, tidak semanis yang diperkirakan.

Kondisi harga gula kata dia, diperkirakan dengan membanjirnya gula kristal putih yang didatangkan pemerintah pusat hingga jutaan ton awal tahun lalu.

Rencana pendirian pabrik gula di beberapa daerah yang tidak memiliki lahan tebu dikhwatirkan akan menjadi tempat penyimpanan gula kristal putih dan mempercepat tenggelamnya gula lokal. ''Kami dari asosisasi petani gula akan menyampaikan keluhan kami ke pemerintah pusat,'' ujarnya.

Sebelumnya petani tebu di wilayah Pekalongan dan sekitarnya digelontor miliaran rupiah dari beberapa perbankan untuk membantu biaya produksi lewat KKP-E.

Administratur PG Sragi, Gatut Kussetiadi mengatakan sebenarnya saat ini hasil produki gula sedang bagus dan terbilang aman dalam bidang pertanian. Para bank yang memberikan kredit kata dia, tak perlu takut sebab tak akan ada yang menunggak. Apalagi PG Sragi siap jadi avalis atau penjaminnya.

( Muhammad Burhan / CN08 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 225
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 257
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 149
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 250
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 148
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER