panel header
RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 September 2008 | 20:40 wib
Lindungi Petani, Pemerintah Stop Impor Gula
Jakarta, CyberNews. Pemerintah berencana menghentikan rencana impor gula kristal putih (GKP) tahun depan. Pasalnya, stok dalam negeri dinilai cukup untuk memenuhi konsumsi dalam negeri.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memaparkan saat ini total pengadaan gula baik dari produksi maupun impor mencapai 6,2 juta ton. Sementara, konsumsi diperkirakan hanya 4,9 juta ton. ''Sehingga ada surplus antara 1,1 juta sampai 1,3 juta ton gula. Kita perkirakan tidak perlu impor GKP ,'' katanya saat jumpa pers di Departemen Perdagangan, Jakarta Pusat Jumat (5/9).

Mari menambahkan, hal tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan produksi gula dalam negeri. Selain itu, terkait gula rafinasi pemerintah juga akan memfasilitasi industri makanan dan minuman dalam negeri agar menggunakan gula rafinasi produksi lokal. Bahkan, lanjut Mari, gula kasar atau tebu akan digunakan untuk produksi gula rafinasi dalam negeri.

Pemerintah juga akan merevitalisasi pabrik gula untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi mutu sehingga harga gula lokal dapat bersaing.

''Kebijakan-kebijakan tersebut sesuai dengan tiga tujuan utama pemerintah di sektor gula. Yaitu melindungi petani, menjaga kestabilan harga bagi konsumen dan memberdayakan pabrik gula,'' jelas Mari.

Tarik Rafinasi

Sehubungan dengan maraknya peredaran gula rafinasi di pasaran, Mari mengatakan pemerintah akan menindak tegas. ''Gula rafinasi atau gula kasar impor akan kita intensifkan untuk ditarik dari pasar,'' katanya.

Pasalnya, gula rafinasi seharusnya hanya untuk industri makanan dan minuman namun kini merembes ke pasaran. Akibatnya, gula produk lokal kalah saing.

Pemerintah akan mengupayakan agar industri makanan dan minuman menggunakan gula rafinasi lokal. Bahkan, menurut dia, saat ini penggunaan gula rafinasi lokal oleh industri makin meningkat dari tahun ke tahun. ''Sekarang lebih dari 30 persen gula rafinasi diambil dari dalam negeri,'' imbuhnya.
( Kartika Runiasari / CN09 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 223
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 256
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 148
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 244
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 147
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER