panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Juni 2008 | 19:28 wib
Pengadaan Alkes Diindikasikan Banyak Kecurangan
Pekalongan, CyberNews. Pengadaan alat kesehatan (alkes) di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah diindikasikan banyak terjadi kecurangan. Panitia pengadaan barang disinyalir telah mengondisikan saat pelaksanaan proses lelang.

Hal tersebut dikatakan Kordinator Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Jaten, M Basri Budi Utomo di ruang kerjanya, Jumat (20/6).

Pengondisian proses lelang alat kesehatan yang menelan biaya miliaran rupiah itu yakni dengan memainkan spesifikasi barang. Saat lelang berlangsung, semua rekanan harus bisa menyediakan spesifikasi dan merek alat kesehatan sesuai yang diinginkan panitia lelang. Jika tidak bisa menyediakan, maka rekanan tersebut dianggap gugur dan tidak mendapatkan proyek pengadaan barang.

''Istilahnya, pelaksanaan lelang tersebut sudah 'dikunci' untuk memenangkan salah satu rekanan yang sebelumnya dijanjikan untuk dimenangkan,'' tandasnya.

Basri, yang juga anggota DPRD Kota Pekalongan itu mencontohkan, spesifikasi alat kesehatan yang diinginkan harus memiliki ukuran panjang sekitar 5,4 cm. Padahal alat kesehatan dengan ukuran seperti itu jarang ditemukan dan hanya satu rekanan yang mampu menyediakannya. Kalau melihat contoh tersebut bisa disimpulkan bahwa proses pengadaan barang tersebut terjadi kecurangan.

''Saya sudah mengklarifikasi dan menemukan sendiri terjadinya kecurangan tersebut,'' kata dia.

Melihat indikasi kecurangan seperti itu, dia mengimbau kepada jajaran kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut masalah tersebut. Tindakan seperti itu telah melanggar hukum, yakni Undang-Undang No 5 Tahun 1999 tentang praktik monopoli persaingan usaha tidak. Di samping itu juga melanggar Pasal 22 UU No 5 tahun 1999 tentang persekongkolan dalam tender. 

Wali Kota HM Basyir Ahmad saat dikonfirmasi masalah itu mengatakan selama ini pengadaan alat kesehatan di wilayah kerjanya tidak ada masalah. Pasalnya, di Kota Pekalongan belum memiliki rumah sakit, sehingga penyediaan alat-alat itu tidak membutuhkan biaya cukup banyak, di bawah Rp 2 Miliar. Saat pelaksanaan lelang pun tidak ada kecurangan, karena selalu diawasi ketat. ( Achid Nugroho / CN09 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
27 Juli 2014 | 01:55 wib
Dibaca: 66
27 Juli 2014 | 01:40 wib
Dibaca: 116
27 Juli 2014 | 01:25 wib
Dibaca: 214
27 Juli 2014 | 01:11 wib
Dibaca: 160
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER