Borobudur, CyberNews. Pelestarian Candi Borobudur sebagai warisan peradaban dunia, dilaksanakan Indonesia World Heritage Youth Network (IndoWYN), dengan spanduk yang dibubuhi 10.000 cap tangan simbol dukungan, Minggu (18/5). Sekitar 140 spanduk dibentangkan di pelataran Candi Borobudur oleh reawan berbagai kota. Mereka meneriakkan yel-yel pelestarian pusaka peradaban dunia, mengelilingi Candi Borobudur tiga kali.
Yang memmbubuhkan cap tangan di spanduk antara lain Direktur Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Soeroso, Kepala Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Depbudpar Junus Satrio Atmodjo, Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Depbudpar Marsis Sutopo, Programme Specialist Unesco Jakarta Himachuli Gurung, Pendiri Yayasan Dharma Center Kadam Choeling Bhikkhu Bhadra Ruci, dan Kepala TWCB Rento Hardiasiwi.
"Kampanye kebudayaan ini kami lakukan secara serentak di 16 perguruan tinggi di lima kota besar yakni Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta dan Bogor sejak 5 Mei 2008. Sampai sekarang sudah mendapat dukungan cap tangan beraneka warna sebanyak 14.125," tutur Lenny Hidayat, Koordinator IndoWYN.
Menurut dia, kampanye ini perlu karena banyak generasi muda dinilai masih minim dalam memahami budaya. Selanjutnya diperlukan peningkatan penyediaan informasi dan strategi komunikasi yang tepat, agar warisan budaya bangsa mudah dipelajari dan dibanggakan.
Ia menilai, saat ini terjadi kesenjangan pemahaman tentang makna Borobudur yang relatif semakin tajam, antara generasi yang memahami dengan generasi penerus sebagai akibat kebijakan kepariwisataan yang mementingkan peningkatan jumlah pengunjung dibanding kualitas kunjungan dan fasilitas pendidikan di Borobudur.
"Pengelola Borobudur, masyarakat sekitar dan generasi penerus, tidak terbekali dengan pengetahuan yang memadai dan akurat tentang candi itu. Padahal nilai-nilai Borobudur bersifat universal yakni semangat pengabdian terhadap kemanusiaan," katanya.
Dalam kampanye makna universal Borobudur melalui penyebaran 60.000 brosur "Saya Sudah ke Borobudur" IndoWYN didukung Unesco, Depbudpar, Yayasan Kadam Choeling dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Direktur Peninggalan Purbakala Depbudpar, Soeroso, menilai positif aksi kampanye pelestarian Borobudur yang dilakukan kalangan pemuda. Mereka tidak menyampaikan tuntutan, tetapi menawarkan kampanye pelestarian Borobudur yang semakin mendapat tekanan pembangunan secara umum.
(
Tuhu Prihantoro / CN05 )
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad