panel header
NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 April 2008 | 15:40 wib
Wisatawan Serbu Borobudur dan Prambanan
Yogyakarta, CyberNews. Gempa bumi yang terjadi 27 Mei 2006 lalu, tingkat pengunjung di obyek wisata Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, turun drastis. Namun setelah dua tahun kerja keras, kini pengunjung di salah satu dari 7 keajaiban dunia kembali pulih.

''Sebelum gempa terjadi, pengunjung Candi Borobudur dan Prambanan jumlahnya sangat sedikit tidak mencapai 12 ribu per bulan, tapi sekarang sudah mencapai 40 ribu per bulan,'' kata Ir Guntur Purnomohadi, Direktur Operasional PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko di ruang kerjanya, Rabu (30/4).

Hal itu disampaikan sehubungan dengan program pergelaran Sendratari Ramayana di Panggung Terbuka Candi Prambanan dan pementasan Kolosal Sendratari Mahakarya Borobudur di Panggung Terbuka Aksobya, Candi Borobudur tanggal 17 Mei dan 5 Juli serta 2 Agustus 2008.

Kebih lanjut Guntur dengan didampingi Drs Gendro Wuyono, Direktur Keuangan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan sejumlah kepala unit di perusahaan itu menjelaskan, pasca gempa dua tahun lalu kini tingkat kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sudah kembali normal.

Jumlah itu, kata dia, masih didominasi Wisatawan Nusantara. Sedangkan untuk wisatawan asing yang semula hanya sekitae 5000 per bulan, sejak tahun 2007 lalu sudah naik menjadi 7000 setiap bulannya.

Jumlah ini, lanjut Guntur, masih akan terus bertambah. Terutama pada musim liburan sekolah dan pada lebaran mendatang. Belum lagi dengan adanya acara Waisak mendatang. Dari jumlah itu, kebanyakan peningkatan terjadi di Candi Borobudur.

Sedangkan jumlah pengunjung di Candi Prambanan masih dibawah Candi Borobudur. ''Rata-rata jumlah pengunjung Candi Prambanan 10 persen dibawah Candi Borobudur,'' kata Guntur menjelaskan.

Meski demikian, ia bangga dan senang karena tingkat kunjungan di Candi Borobudur, Prambanan dan Candi Ratu Boko sudah kembali pulih meski jumlah kenaikan itu terasa pelan tetapi pasti. ''Semua ini, berkat kerjasama teman-teman wartawan yang selalu mendukung kami,'' katanya.

Kenaikan yang sama juga dialami pada jumlah pengunjung pementasan Kolosal Sendratari Mahakarya Borobudur maupun Sendratari Ramayana. Sebelum gempa terjadi jumlah penonton ada sekitar 37 ribu lebih, saat gempa terjadi atau lebih tepatnya tahun 2006 turun sekitar 30 persen atau hanya sekitar 29 ribu.

Namun sejak tahun 2007 lalu, jumlah penonton Sendratari Ramayana maupun pementasan Kolosal Sendratari Mahakarya Borobudur sudah kembali pulih seperti sebelum gempa terjadi. Bahkan di gedung tertutup, yakni di Gedung Trimurti ada kenaikan sampai 400 persen.

''Kalau biasanya hanya disaksikan sekitar 200 orang, tetapi mulai pertengahan tahun 2007 lalu jumlah penonton di Gedung Trimurti sudah mencapai 700 penonton. Para pecinta olahraga golf sambil olahraga malam harinya bisa menyaksikan pementasan Sendratari Mahakarya Borobudur,'' tambahnya.

( Achmad Hussein / CN08 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 213
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 238
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 148
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 245
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 160
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER