
Harum Indonesiaku, namamu kan selalu harum di sanubari bangsamu.. Seperti halnya sepak terjang pebulutangkis tunggal putra kelahiran Bandung, Jawa Barat ini yang selalu mengharumkan nama Indonesia dengan berbagai kejuaraan baik dimata Asia maupun dunia.
Sang andalan yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung ini lagi-lagi diberi kepercayaan oleh PB PBSI, untuk memimpin rekan lainnya menjalani kualifikasi Piala Thomas di Nakornratchasima, Thailand, pada 18-21 Februari 2010 mendatang.
Suami Ami Gumeral ini menjadi Otoritas bulu tangkis Tanah Air untuk membela tim Piala Thomas Indonesia. Sebab, selepas kepergian Taufik dari Pelatnas Cipayung tahun lalu, nomor tunggal putra belum juga menjanjikan.
Merujuk peringkat, Taufik bahkan berpeluang menjadi pemain tunggal putra pertama Indonesia. Dia pun diyakini masih mumpuni meski hampir setahun tak menjalani atmosfer Pelatnas Cipayung.
Taufik memiliki peringkat BWF lebih menjanjikan ketimbang kedua tunggal putra pelatnas tersebut. Dia nangkring di posisi 4 besar dunia, disusul Sony menempati peringkat 8 BWF, kemudian Simon masih bercokol di posisi 11 BWF. Faktor itu kemungkinan menjadi alasan kuat PB PBSI memberikan kepercayaan kepadanya.
Dukung Anti Narkoba untuk Generasi Muda
Atas kepeduliannya terhadap masa depan bulutangkis Indonesia dan mengingatkan akan bahayanya narkoba, pebulutangkis yang pernah menyabet juara dunia dengan mengalahkan pemain peringkat 1 dunia "Lin Dan" itu ikut mendukung kampanye anti narkoba lewat program penyuluhan "Love in Action" di Central Park Mall, Jakarta Barat, Sabtu (30/1/2010).
"Generasi muda merupakan aset bagi negara ini, mereka harus diajarkan menyalurkan segala sesuatunya dalam bentuk positif, melalui olahraga misalnya, ataupun kegiatan kreatif dan seni," kata sang pebulutangkis yang berusia 28 tahun itu.
"Saya percaya bahwa mayoritas pemuda dan pelajar Indonesia telah mengerti dan mempelajari bahaya serta pengaruh negatif dari narkoba. Tinggal bagaimana caranya generasi muda bangsa ini diberikan penyaluran yang positif baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Taufik berharap lewat kegiatan Love in Action ini dapat memberikan dampak positif dalam penyuluhan mengenai bahaya narkoba. Kegiatan tersebut tentu saja guna mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba 2015.
(Rizal/CN15)