panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 September 2012 | 14:32 wib
Di Balik Fenomena Barry Likumahuwa
image


INILAH
fenomena di kalangan anak muda, terutama di kalangan masyarakat kampus di Indonesia: Barry's Fever.

Ya, itulah "demam" Barry Likumahuwa, karena dengan musik musisi muda itu mampu menggerakkan massa dalam menikmati musik khususnya musik jazz. Ya, karena Barry Likumahuwa berhasil mengajak penikmat yang semula tidak kenal jazz menjadi kenal jazz. Kini, kalangan kampus mana yang tidak kenal sosok anak muda ini?

Tak pernah berhenti memuaskan penggemarnya. Hari Minggu (23/9) KMP-Fisheries Undip akan membuat konser Spirit and Appreciation of Art - Fisheries 2012 “Starfish 2012”, dengan menampilkan Bary Lukumahuwa Project.

"Memang Barry dan grupnya ini sering tampil di Semarang, tapi kali ini dia akan menampilkan lagu-lagu baru yang akan disiapkan untuk album baru BLP," kata Farah Nabila Noersativa, Ketua Panitia Starfish yang berlangsung
di Auditorium Imam Bardjo Undip Semarang.

Konser ini diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip bekerjasama dengan lokal media partner Suararamerdeka.com.

Menganut konsep soul-funk-jazz BLP menampilkan Barry Likumahuwa sebagai motor utama. Band ini dibentuk pada bulan November 2006 dan telah menelurkan Goodspel sebagai album pertama, yang berisi 12 lagu yang kebanyakan bernafaskan soul-funk-jazz.

Barry Likumahuwa, anak Benny Likumahuwa yang juga musisi jazz yang terkenal di kalangan penikmat jazz. Barry Likumahuwa sebelumnya lebih dikenal sebagai basis dari Glenn Fredly dan sempat beberapa kali mengisi bass dalam beberapa album seperti Parkdrive oleh parkdrive dan Bass Heroes.

Barry Likumahuwa juga sering mengisi beberapa coaching-clinic bass seperti clinic bersama Rayendra Sunito, drummer Parkdrive, dan bassist kaliber internasional, Victor Wooten. Tak ayal, Barry Likumahuwa menerima beberapa penghargaan musik seperti Best Bassist Wagega Music Festival 2001, 1st Winner of Indonesia Music Festival Bass Category held by Fender 2003, Best Bassist Asian Beat Festival Jakarta Final 2003.

Bertenaga

Pada awalnya, Barry Likumahuwa Project sering berganti-ganti personil. Musisi yang mengisi pada album mereka seperti Rayendra Sunito, Andre Dinuth, dan Nikita Dompas seringkali tidak ikut dalam live performance. Berikut ini adalah personil dari Barry Likumahuwa Project:

Formasi terakhir BLP, yakni Barry Likumahuwa (electric bass), Henry Budidharma (electric guitar), Dennis Junio (alto saxophone), Donny Joesran (keyboards/piano), Jonas Wang (drums), dan Matthew Sayersz (vocals).

BLP menawarkan ragam yang berbeda dan segar dalam musik Indonesia. Pertemuan enam bakat lalu melahirkan aksi silang antara gaya dan aspirasi. Dari rasa funk sampai ketukan yang groovy, dari sentuhan jazz hingga vokal yang identik dengan black music.

Berisi sebelas lagu, album ini tanpa sungkan-sungkan dibuka dengan “Introduction”, “Cinta Abadi” atau “Saat Kau Milikku” juga membuktikan bahwa lagu-lagu bertema cinta bisa tampil bertenaga atau menyentuh tanpa jatuh menjadi cengeng.

Penampilan BLP akan diawali dengan band-ban indie Semarang, yakni, Adeline, Dessert Band, Tiyang Ndusun.

 

(Bambang Isti/CN25)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
23 Juli 2014 | 17:58 wib
Dibaca: 974
image
21 Juli 2014 | 00:53 wib
Dibaca: 1449
image
18 Juli 2014 | 04:47 wib
Dibaca: 1292
image
11 Juli 2014 | 13:39 wib
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang
Hadir dengan Konsep Hospitality
Dibaca: 1709
image
01 Juli 2014 | 14:43 wib
Dibaca: 1491
Panel menu tepopuler dan terkomentar
11 Juli 2014 | 13:39 wib
21 Juli 2014 | 00:53 wib
18 Juli 2014 | 04:47 wib
23 Juli 2014 | 17:58 wib
FOOTER