panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Agustus 2012 | 21:44 wib
Menyusur Batas Provinsi (2)
Uniknya Akulturasi Jawa dan Sunda
image

TIKUNGAN: Salah satu tikungan tajam dengan jurang menganga di Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Masih banyak tikingan seperti ini dari Cilacap - Banjar Patoman - Ciamis. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)


Oleh Bambang Isti

 

BANYAK keunikan saat menyusur batas provinsi Jawa Tengah - Jawa Barat. Misalnya adanya persinggungan budaya antara budaya Jawa dengan Sunda amat kental, sudah terasakan sejak berada di kecamatan Wangon, Cilacap.

Bisa jadi memang ada akulturasi budaya. Tapi logat bahasa bisa berbeda. Terkadang banyak ditemui penduduk dengan berbahasa Jawa, tapi beraksen Sunda, atau sebaliknya.

Saat istirahat di sebuah masjid di Desa Margo, Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, sebagian para jamaah yang baru saja menyelesaikan sembahyang lohornya, masih tampak beristirahat. Terdengar obrolan, mereka berbahasa Sunda. Ya, seakan kami berada di bumi Pasundan, padahal masih berada di Cilacap Jawa Tengah.  

Betul kata Ipda Erna, Kepala Pos Pelayanan Lebaran Polsek Margo, Dayeuhluhur,  bahwa provinsi Jawa Barat denagn mayoritas suku Sunda memang tinggal selangkah lagi dari Kecamatan Dayeuhluhur.

"Dari pos ini cuma berjarak 5 kilometer sudah sampai perbatasan Ciamis, dan di sisi barat dari kecamatan ini sudah sampai Banjar Patoman," kata Ipda Erna, Senin (13/8).

Banjar Patoman, Ciamis, Tasikmalaya, lalu Bandung. Yam beberapa kota yang bis amengangkat popularitas Pasundan. Inilah beberapa kota yang memiliki eksotisme tersendiri. Pemandangan yang indah, dengan kontur perbukitan dan hutan pinus yang dikelola Perum Perhutani PTPN IX.

Di sini terdapat anatopmi kerawanan berupa: jalan berkelok, jalan naik turun, banyak kelua masuk kendaraan pabrik dan rawan kecelakaan.

Bu Erna pun bahkan mewanti-wanti, selepas perbatasan Cilacap dan masuk ke wilayah Ciamis, harus hati-hati berkendara. "Anatomi infrastruktur yang berkelok-kelok harus membutuhkan kecermatan mengemudi. Tapi pemandangan sangat bagus," kata Bu Erna.

Beberapa wilayah yang berdekatan dengan Kecamatan Dayeuhluhur Cilacap ini adalah Kota Administratif Banjar Patoman dan Kabupaten Ciamis yang keduanya ada di wilayah Jabar. Dan lebih ke utara lagi akan sampai di kaki Gunung Ciremai dengan kotanya yang sejuk, yakni Kabupaten Kuningan.

Ratusan kilometer

Kelelahan fisik saat berkendara menempuh jarak ratusan kilometer dari Cilacap menembus perbatasan Jawa barat, seakan terobati begitu sampai di Waduk Darma.

Waduk Darma adalah sebuah waduk yang terletak di sebelah barat daya dari kota Kuningan, tepatnya di desa Jagara, Kecamatan Darma dan pada lintasan jalan raya Cirebon-Kuningan-Ciamis.

Waduk ini menempati areal seluas sekitar 425 hektare, dikelilingi oleh bukit dan lembah serta pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Kapasitas genangan air maksimal 39.000.000 m3. Jarak obyek wisata ini 12 km dari kota Kuningan dan 37 km dari kota Cirebon .

Waduk ini selain berfungsi sebagai penampungan air untuk pengairan dan perikanan juga dapat dijadikan sarana rekreasi dan olahraga. Apalagi diwaktu senja hari di Waduk Darma bisa menikmati fasilitas yang tersedia seperti camping ground, perahu motor bahkan pondok-pondok inap (cottage).

"Memang Kuningan sendiri dalam tiga tahun terakhir membangun identitas sebagai kabupaten konservasi dan pariwisata di Jabar. Lebih dari 40 persen wilayah kabupaten itu merupakan kawasan hijau dan hutan," kata Udin Suparman, penduduk Kuningan saat dijumpai di jalan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tahun 2012 ini mengalokasikan dana Rp 1,1 miliar, untuk penataan obyek wisata Waduk Darma di Desa Jagara, Kecamatan Darma.

Dana itu adalah sebagaian dari Rp 4,4 miliar untuk empat kawasan wisata, yakni Telaga Remis, Balongdalem, Paniis Singkup, dan Waduk Darma, yang semuamnyua ada di wilayah Kuninga.

Waduk Darma, adalah objek wisata yang sekaligus bendung penyuplai air untuk 22.000 hektare sawah di wilayah Kuningan dan Cirebon. Namun kondisinya kini kurang terawat, meski di sepanjang bulan ramadan tetap menarik warga untuk sekadar ngabuburit di bibir waduk.

Popularitas berbaga objek wisata di Kuningan pun akhirnya membuat sibuk aparat polisi yang berjaga di akses tol Cirebon.

"Sebenarnya akses tol di sini bukan ramai oleh pemudik, tapi ramai oleh warga lokal yang kan ke beberapa tempat wisata di Kuningan," kata Iptu Asep Rahman komandan jaga di Pos Lebaran Cirebon. (Habis)

 

(Bambang Isti/CN25)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 104
25 Agustus 2014 | 08:46 wib
Dibaca: 339
image
23 Agustus 2014 | 08:45 wib
- Setahun Kepemimpinan Ganjar Pranowo
Anak Diteror, Dewan Tuding Berwacana
Dibaca: 556
image
20 Agustus 2014 | 20:14 wib
Dibaca: 780
image
14 Agustus 2014 | 16:48 wib
Dibaca: 1577
Panel menu tepopuler dan terkomentar
09 Agustus 2014 | 12:41 wib
20 Agustus 2014 | 20:14 wib
20 Agustus 2014 | 20:04 wib
FOOTER