panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Juli 2012 | 20:10 wib
Seteguk Kopi Arab di Masjid Menara
image

MENIKMATI: Sebagian jamaah Masjid Layur sedang menikmati sensasi kopi Arab saat berbuka puasa. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)

 

 

Oleh Bambang Isti

 

 

 

JIKA Anda mengaku penghamba minuman kopi, pernahkah Anda mencicipi kopi Arab tapi tidak berasal dari biji kopi di negeri Abu Nawas ini, serta tidak dijual di kafe-kafe spesial kopi yang ada di mal-mal mewah itu?

Di Semarang, di masa kini, tak banyak penerus yang melestarian kopi Arab sebagai minuman sehari-hari. Karena kopi Arab dianggap sebagai minuman kesehatan dan hanya ditradisikan pada bulan ramadan sebagai minuman penyerta takjil, hidangan pengawal buka puasa.

Menyertakan kopi Arab pada saat berbuka ini, sampai kini masih dilestarikan oleh segelintir penduduk jalan Layur, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, itu pun hanya oleh jamah Masjid Menara yang berdiri di situ - dulu bernama Kampung Melayu - sejak tahun 1802.

Kelurahan Dadapsari, sebuah perkampungan yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari pantai Semarang, serta dilingkungan rumah-rumah penduduk yang padat dan banyak dikitar gedung tua berdiri sebuah masjid yang kini dikelola yayasan badan wakaf.

Mengapa masjid itu disebut dengan menara, karena memang ada sebuah menara mengerucut yang berdiri di depan masjid yang dikelola yayasan Masjid Wakaf ini.

Kopi Arab, menurut Ali Mahsum, peracik kopi di Masjid Menara, memang bukan berasal dari Arab. "Dulu saat awal berdirinya masjid ini memang banyak orang keturunan Arab. Kopi disajikan pada saat-saat tertentu seperti saat ramadan, dan hajatan perkawinan atau khitanan,"  kata Ali Mahsun yang juga muazin masjid ini.

Meracik sendiri

Apa keistimewaan kopi Arab? Meminum kopi Arab akan langsung terasakan aroma rempah-rempahnya yang kuat. Bahan dasarnya memang kopi yang dijual di warung-warung itu, tapi diramu dengan jahe, sere, kapulpaga, pandan, daun jaruk, dan kayu manis. 

Untuk mencari bahabahan ramuan ini menurut Ali mahsun tidak sulit. "Saya belanja di Pasar Johar untuk mendapatkan bahan-bahan itu, lalu saya racik sendiri," kata Ali Mahsun yang juga muazin masjid itu.

Saat saya ikut berbuka puasa kamis (26/7) kemarin, belasan waga sekitar suddah bersiap di selasar maesjid itu untutk menunggu bedug magrib. Begitu muazin Ali Mauhsun mengumandangankan adazan magrib para jamaah yang sejak jam 17.00 WIB duduk bersila mengelilngi berbagai makanan snack, saling berucap "alhamdulillah.."

Maka hampir bersamaan ditegulah kopi arab yang disajikan di dalam cangkir kecil. Yang terasa pertama menyentak adalah rasa pedas hangatnya jahe dan serai. "Bahkan aroma kopinya nyaris tidak terasa, taoi enak juga ya," kata seorang temanm wartawan media televisi.

Masjid Layur atau Masjid Menara salah satu masjid tertua yang berada di Kota Semarang. Dia berada di Jalan Layur nomor 33, Kampung Melayu, Semarang. "Kawasan ini duku merupakan tempat bermukim penduduk Melayu pada masa Hindia Belanda atau sekitar 1743 Masehi," ucap Ali Mahsun.

Posisi Masjid Layur menghadap ke arah Sungai Mberok Semarang yang pada masa itu disebut Kali Semarang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi di perairan bagi penduduk Semarang.

Sayangnya kompleks Masjid Menara ini dibatasi oleh tembok tinggi kurang lebih lima meter dengan demikian yang kelihatan dari luar hanya menara saja yang tinggi. Karena adanya menara yang tinggi di Masjid Layur ini maka menyebabkan masjid juga terkenal dengan Masjid Menara. Sehingga ornamentrik dinding tidak tampak dari luar.

Fungsi menara adalah tempat bilal atau muazin. Tetapi pada masa perang kemerdekaan 1945-1949 fungsi menara sempat berubah sebagai menara pengawas pantai.

 

 

(Bambang Isti/CN25)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 6466
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 6155
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 6624
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 6577
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 1202
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER