panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Maret 2012 | 21:08 wib
Donasi Buku untuk Anak-Anak Pedalaman
Sepenggal Cerita untuk Anak Lombok
image

DONGENG PESISIR LOMBOK: Putri Soehendro mendongengkan cerita kepada anak-anak PAUD di tepi pantai Labuan Haji Lombok Timur, Jumat (23/3). (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

TAK banyak orang yang peduli pada pendidikan anak, terlebih anak di daerah terpencil, pedalaman, yang jauh dari hiruk-pikuk metropolitan dan bersliweran teknologi informasi. Di nun jauh Indonesia Timur yakni Pulau Lombok, lembaga Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL) memupuk semangat anak-anak pesisir pantai pulau tersebut untuk hidup mandiri, maju dan sportif. Apa saja yang dilakukan? Berikut laporannya.

SEBUAH kisah kodok yang kerap bolos sekolah hingga semangat anak ayam yang bersusah payah belajar berkokok meluncur dari bibir Putri panggilan akrab Putri Soehendro, pendongeng kawakan asal Ibukota Jakarta.

Ya, hari itu, dengan beralaskan pasir Pantai Labuan Haji, Lombok Timur, Jumat (23/3), Putri mendongeng dihadapan ratusan anak-anak Lombok. Dengan gerak mimik dan tubuh secara apik, ia mendongeng guna memotivasi bocah-bocah Lombok agar rajin sekolah, tak mudah putus asa, dan berusaha mengapai cita-cita setinggi langit.

"Kukuruyuk petok petok," teriak Putri ditirukan anak-anak. Sesekali candaan juga menyela cerita disambut gelak tawa riang anak-anak. Riuh tepuk tangan juga loncat girang mereka juga kerap menghiasi di sepanjang acara.

Sekitar 150 anak-anak terdiri dari tujuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lombok terlihat antusias mendengar dongeng yang dibabarkan Putri di atas perahu yang bersandar di Pantai Labuhan Haji, pagi itu.

Lihat saja, apa yang dilakukan Dika (5), salah satu bocah Lombok? Ekspresi wajahnya tak bisa menyembunyikan kegembiraan. Sesekali bibir anak nelayan Lombok Timur ini terlihat tersenyum simpul, namun sesekali ia pun berteriak menirukan gerak boneka, yang dipegang sang pendongeng.

Wajar saja ia bersuka cita. Anak periang ini memang baru pertama kali mendengarkan dongeng yang disajikan secara apik. Menggunakan boneka berbagai karakter hewan dengan pendongeng yang juga berparas cantik dan fasih dalam membawakan cerita.

Bagi anak-anak itu, dongeng Putri ibarat oase di padang pasir. Menyirami rasa keingintahuan anak-anak pesisir Lombok akan pengetahuan, cerita anak yang mengajarkan nilai-nilai sportivitas, keberanian dan kemandirian menghadapi hidup.

Kegiatan itu sendiri digelar oleh Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL), yang diprakarsai Vera Makki (35) seorang Business Communicator dan praktisi Public Relations dari Jakarta, dengan menggandeng Putri dan mengajak Suara Merdeka.

Dongeng yang dibabarkan Putri hanyalah satu dari rangkaian kegiatan yang digelar yayasan TBAL. Di pulau itu pula, lembaga itu meberikan bantuan buku dalam program "Satu Buku Satu Saudara"  kepada anak-anak PAUD di Lombok.


Selembar Surat

Kenapa memilih Pulau Lombok dalam kegiatan itu? Vera menjelaskan karena daerah tersebut masih minim akan koleksi buku-buku untuk menunjang perkembangan anak usia dini.

"Tujuan kegiatan ini untuk membangun masa depan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, terutama yang berdomisili di wilayah Indonesia bagian Timur yaitu dengan membangun kebiasaan membaca buku sejak usia dini (1-8tahun). Untuk itu kami perlu menyeleksi isi buku agar sesuai dengan misi kami," terang perempuan berambut panjang ini.

Vera mengatakan pihaknya membuak pintu lebar bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam "Satu Buku Satu Saudara".

Menurutnya, donatur yang menyumbangkan buku-buku bermutu bagi anak-anak pedalaman nantinya akan berinteraksi langsung dengan anak penerima buku melalui sebuah surat yang diselipkan di lembar buku bersangkutan.

"Dalam surat tersebut, pemberi buku dapat menuliskan nama, alamat bahkan foto diri serta menuangkan pesan singkat untuk anak penerima buku, tentang harapan mereka." Namun tak semua buku anak bisa diikutkan dalam program ini. Ia memberi kriteria yakni buku yang menumbuhkan inspirasi, memberikan panutan, pendidikan, etika dan moral terhadap anak.

"Selain itu, buku cerita bergambar agar tak terlalu tebal, sehingga anak tidak terlalu lama dan jenuh saat membaca," ujarnya mewanti-wanti.

Bagi yang tertarik dalam kegiatan sosial ini, ia pun membuka website www.tamanbacaananaklebah.com. Siapa mau ikut?

(Maulana M Fahmi/CN32)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 07:50 wib
Sleep Center Tunjungan Plaza
Terluas dengan Produk Premium
Dibaca: 67249
image
02 September 2014 | 20:19 wib
Dibaca: 49116
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 50691
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 50239
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 6751
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER