panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 November 2011 | 23:08 wib
Esai Prie GS
Jangan Remehkan Soal Remeh
image

Jangan anggap remeh soal remeh yang tidak kita anggap. Itulah alasan kenapa soal-soal yang amat berbahaya  berasal dari soal-soal yang tak pernah kita duga.
   
Saya juga tidak pernah di hari itu yang penuh cerita sukses, hampir saja gugur gara-gara soal ini: lupa pipis. Hari itu ada sebuah pertemuan yang membiat hidup saya semangat: ketemu teman kolega untuk  sebuah pekerjaan yang amat saya sukai. Mulai  dari perjalanan, sampai pertemuan lennya lancar, pertemuananya.

Seluruh pencapaian hari itu rasanya sempurna. Datang  dijemput pulang diantar, dan kerja dihargai. Tapi persoalannnya, sejak pagi saat di jemput sampai siang saat di antara pulang, saya hanya sibuk memikirkan pekerjaan, dan lupa bh setelah  semua terlambat. Saat saya mulai kebelet itu, saya sudah berada di  sebuah kemacetan yang amat parah di jalan tol menuju bandara.
   
Tanda-tanda kurang beres mulai terasa sejak mobil merangkak menuju tol. Untuk cuma sekedar menjangkau pintu tol saja sudah demikian pelan, cuma seinci demi gerbang tol,  derita ini sudah  bulat  sempurna. Saya sudah  tak perlu lagi menyembunyikan derita saya di hadapan teman yang  dengan penuh rasa hormat mengemudi di  sebelah saya.
   
Sejak berangkat sampai pulang, kami berdua bercerita soal yang serba besar-besar. Soal politik, soal asungguh tak enak hati ketika dari sebuah tema yang heroik mendakak saja harus berbelok pada pernyataan: ‘’Maaf ada toliet tidak ya?’’
   
Teman itu melirik saya sekilas. Cukup cuma sekali  dan ia segera menangkap seluruh penderitaan. Karena cerita selanjutnya kami berdua menderita jalan. Dan kedua-duanya sama-sama buntu. ‘’Apa kita keluar tol?’’ ia bertanya. Pertanyaan yang tak ada perlunya karena si penanya sendiri tak tahu jawabannya. Masuk atau keluar tak banyak artinya karena bahkan cuma untuk keluar, kami  dihadapkan pada.
   
Tetapi untuk meneruskan perjalanan dan mencari kemungkinan di depan, sama gelapnya. Kemacetan itu benar-benar membunuh harapan untuk menjangkau toilet Kendaraan merayap setindak demi  setindak dan celah kosong untuk berhenti tidak ada. Kalau kami nekat berhenti akan menimbulkan kegemparan karena hanya akan menimbulkan kemarahan pihak yang di belakang.
   
Saya sudah  melirik-lirik di dalam mobil dikosongkan dan Anda pasti tahu untuk apa. Celakanya itu pun tidak ada.Tetapi ketika segalanya sudah  tak tertahankan dan hampir saja saya jebol begitu di dalam mobil. Ini kebelet pipis terparah selama nebaknya. Tapi intinya, jangan pernah remehkan soal yang tampaknya remeh. Kedua, ini kabar baiknya: selalu ada pertolongan yang terduga: kantong plastik itu misalnya.

(Prie GS/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
01 September 2014 | 16:07 wib
Jambore Sahabat Anak 2014
Kampanye Hak Anak Marginal
Dibaca: 140
image
30 Agustus 2014 | 01:50 wib
Dibaca: 377
image
27 Agustus 2014 | 07:32 wib
Spring Bed Motif Batik
Selaksa Tidur di Atas Awan
Dibaca: 623
25 Agustus 2014 | 08:46 wib
Dibaca: 795
image
23 Agustus 2014 | 08:45 wib
- Setahun Kepemimpinan Ganjar Pranowo
Anak Diteror, Dewan Tuding Berwacana
Dibaca: 1024
Panel menu tepopuler dan terkomentar
01 September 2014 | 16:07 wib
FOOTER