panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Oktober 2011 | 22:51 wib
Esai Prie GS
Wabah Kesanggupan
image

Di India, ada aktivis bernama dinamis, yang menggalakkan program kampanye ‘’I Can’’  untuk anak-anak. Dari sekitar 1000 anak yang telah ikut program ini mencatat perkembangan menarik: kesanggupan mereka atas segala seuatu meniKepercayaan diri mereka betumbuh dan kegembiraan mereka sebagai anak-anak tersulut.
   
Masih dari India, seorang pendidik, Sugat Mitra, membuat eksperimen : di sebuah  desa  pedalaman, tempat anak-anak sebuah komputer aktif lengkap  dengan internet dalam pengamatan. Hasilnya, dalam  sekian waktu, seorang anak yang sama sekali  awam komputer, bukan cuma bisa mengoperasikan komputer tetapi juga bisa berselancar dengan internet untuk akhirnya mengajar teman-teman lainnya.
   
Kampanye pertama itu hasil dari  sebuah keyakinaniraan. Percobaan kedua bertolak dari keyakinan bahwa anak-anak memiliki kesanggupan  mengajar dirinya sendiri. Dua soal ini, adali. Maka banyaklah pencapaian resmi yang benilai tinggi di  sekolah tetapi di dalam kenyataan bernilai rendah. Ada ilmu-ilmu yang menganggur dan ada yang belajar banyak tetapi cuma memperoleh sedikit.
   
Lalu terjadilah banyak lalu lalang kepentingan. Di situ yang tidak  resmi itu dirawat dan dikembalikan ke tempatnya  sebagai penyeimbang soal-soal resmi, yang ternyata  tidak bisa bertugas sendirian. Bahwa manfaat sekolah telah lama terbukti, tak perlu diperdebatkan. Tetapi bahwa sekolah baru menjangkau sabagian sisi  juga  sudah  terbukti.

Sekolah mengembangkan satu hal, tetapi tidak boleh meruntuhkan hal lain. Misalnya, karena keresmiannya, apalagi karena kekeliruannya,   Pihak yang mestinya sanggup lebih cepat tetapi terpaksa pelan, itu  sungguh kelemahan sekolah yang harus diwaspadai. Sudah cuma memperoleh sedikit, lama, masih mahal pula, adalah soal berikutnya yang harus diteliti.
   
Kini ,telah ada penelitian yang jelas: bahwa hanya dengan mengampanyekan ‘’Saya Bisa’’ murid terpantik untuk melompat lebih jauh dari yang ia bayangkan sendiri. Cuma dengan melihat komputer, anak-anak  memiliki kesanggupan mengajar dirinya sendiri. Jadi sebetulnya betapa mudah tugas sekolah ketika harus  mengajar anak-anak yang  ternyata cerdas semacam ini.
   
Yang  saya sebut sebagai mudah itu bukan  berarti  soal mudah, tetapi ia benar-benar mudah jika memiliki alat yang tepat. Misalnya, berkendara pasti lebih cepat katimbang jalan kaki. Memiliki alat yang tepat agar cepat itulah yang membuat mudah. Karena apa jadinya kalau sesungguhnya kita ini mampu berjalan cepat tapi sengaja berlambat-lambat oleh sebuah alasan, saja.

(Prie GS/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
22 April 2014 | 23:20 wib
Dibaca: 447
image
21 April 2014 | 19:00 wib
Dibaca: 749
image
20 April 2014 | 19:20 wib
Dibaca: 1366
image
13 April 2014 | 00:06 wib
Dibaca: 3007
10 April 2014 | 20:33 wib
Dibaca: 2872
Panel menu tepopuler dan terkomentar
13 April 2014 | 00:06 wib
10 April 2014 | 20:33 wib
04 April 2014 | 10:02 wib
20 April 2014 | 19:20 wib
01 April 2014 | 08:38 wib
FOOTER