panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 April 2011 | 22:25 wib
Esai Prie GS
Bangsa Ilmiah
image

Yang disebut bangsa ilmiah itu tidak selalu bangsa menjadi modern. Tetapi modernisasi yang membuahkan kerusakan, itu sama seluruh pencapaian. Ia menyangkut tidak cuma kecerdasan tetapi yang dihasilkan tetapi cuma untuk mendatangkan bahaya, pasti lebih tidak dihasilkan. Jadi puncak sikap ilmiah itu sesungguhnya adalah kemenangan ilmu dan moral.
   
Modernitas ekonomi, misalnya, jika hasilnya cuma untuk membobol bank, melegalisasi korupsi dan mengesahkan penyelewenagan, akan menghasilkan akibat pra-ilmiah. Kejahatan hasil gabungan seluluh pencopet di dunia, jauh lebih ringan dibanding dengan kejahatan seorang hacker tukang bobol akun korporasi lintas negara.
   
Jadi sikap ilimiah itu adalah pencapaian yang jauh lebih luhur dari  sekedar pencapaian teknologi. Karenanya, di hari-hari ini, saya terdorong menerjemahkan sikap ilmiah itu ke dalam dengan batu lalu meninggalkan  begitu saja jelas jauh dari sikap ilmiah. Tetapi seorang yang tergerak menyingkirkannya, adalah manusia ilmiah. Karena di balik tindakan penyingkiran itu  ada rentetan imajinasi yang tidak sederhana.
   
Semula ia barangkali cuma membayangkan kejengkelannya kepada sopir yang ceroboh dan tega. Bayangan itu lalu meningkat lagi ke rasa ngeri seandainya sebuah harus bertabrakan dengan mobil yang di depan, lalu yang di  depan akan ditrabtak yang di belakang, lalu yang di belakang akan ditabrak oleh yang di  belakangnya lagi. Terus apa jadinya jika di dalam tabrakan beruntun itu terdapat sanak-saudara, teman dekat atau setidaknya tetangga.
   
Jadi dari sebuah keputusuan kecil, sekadar menyingkirkan  batu ganjal roda  truk itu  saja tersedia rangkaian imajinasi ilmiah yang panjang. Tetapi imajinasi yang bermuara pada peristiwa moral  itulah memelihara keteraturan. Hukum fisika dan kimia diselenggarakan cuma agar jika cairan ini dicampur ini akan menjadi ini yang baru. Karena gravitasi planet dibuat tentu. Jika harga tidak dipatok tertentu, dunia perniagaaan tidak lagi bisa berlaku. Agar  seluruh soal menjadi mengaburkan keterukuran, adalah musuh dari sikap ilmiah.
   
Indonesia  sanggup menjadi  bangsa ilmiah dengan mudah karena pada awalnya cukup mengerjakan soal-soal  yang  sederhana. Jangan membuang sampah  ke sungai atau lelah. Adalah aneh, ketika makin modern dunia pertanian, malah makin keliru mengolah tanah. Bagaimana mungkin makin maju pengetahuan malah makin mundur secara kelakuan. Ini jelas bertentangan dengan semangat ilmiah. Menjadi pintar malah menjadi sial pasti tidak ilmiah. (Prie GS)

(Prie GS/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
23 Juli 2014 | 17:58 wib
Dibaca: 737
image
21 Juli 2014 | 00:53 wib
Dibaca: 1244
image
18 Juli 2014 | 04:47 wib
Dibaca: 1093
image
11 Juli 2014 | 13:39 wib
Rumah Sakit Columbia Asia Semarang
Hadir dengan Konsep Hospitality
Dibaca: 1509
image
01 Juli 2014 | 14:43 wib
Dibaca: 1478
Panel menu tepopuler dan terkomentar
11 Juli 2014 | 13:39 wib
21 Juli 2014 | 00:53 wib
18 Juli 2014 | 04:47 wib
23 Juli 2014 | 17:58 wib
FOOTER