panel header
BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Maret 2010 | 21:26 wib
Lily Chadidjah Wahid:
Presiden Membuka Pintu Pemakzulan
image

SEBAGAIMANA Abdurrahman Wahid, nama Lily Chadidjah Wahid tentu tak bisa dipisahkan dari kontroversi. Karena itu tidak banyak yang terkejut ketika adik Gus Dur ini berseberangan pendapat dengan para anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat menentukan kebijakan bailout Bank Century benar atau salah. Tentu bukan karena suka menjadi sosok yang kontroversial Lily lantas bertindak di luar garis partai.  Apakah ada agenda tersembunyi untuk kebesaran PKB? Berikut perbincangan dengan dia di Solo Lounge Hotel Sahid, belum lama ini.

Dalam rapat paripurna DPR RI beberapa waktu lalu, Anda bersikap berani berbeda dari rekan-rekan di Fraksi PKB. Apa sesungguhnya yang mendorong Anda berlaku demikian?

Sebetulnya pertimbangannya sederhana saja. Keyakinan akan "kebenaran harus diperjuangkan"-lah yang mendorong saya bersikap demikian. Saya harus berani menyatakan sikap dan tidak terpengaruh pada yang diperjuangkan oleh fraksi.
Anda kontroversial karena kakak Anda kontroversial? Anda terpengaruh pada Gus Dur?

Ooo sama sekali tidak. Saya tidak berpikir tentang kontroversi. Seperti yang saya katakan tadi, pertimbangan saya hanya untuk menyuarakan kebenaran. Kebenaran yang saya suarakan berdasarkan fakta. Bukan kebenaran yang absurd. Kebenaran, ya walaupun pahit harus kita katakan, kita suarakan. Jadi ini tidak berkaitan dengan kontroversi dan hal-hal lain. Jauh dari itu semua.

Dulu Anda berseberangan dengan Gus Dur, karena mendukung kubu PKB Muhaimin. Kini Anda malah berseberangan dengan Muhaimin?
Saya berbeda pendapat soal PKB dengan Gus Dur, wajar-wajar saja kan? Orang kan tidak bisa semuanya seragam hanya karena berhubungan darah. Ini juga bukan sesuatu yang kontroversial. Kalau sikap saya saat Sidang Paripurna DPR lalu berbeda dari Muhaimin dan jajaran pimpinan PKB, itu memang karena saya tidak sepaham dengan pendapat mereka.

Saya tidak mendengar langsung, tapi ada instruksi dari DPP PKB, untuk mengamankan koalisi dengan mendukung suara yang senada dengan pemerintah. Bagi saya, itu tidak bisa.  Kita tidak bisa menjaga keutuhan koalisi dengan melanggar aturan-aturan yang ada.
Sebenarnya bagaimana proses di internal PKB dalam menyikapi kebijakan bailout Bank Century?

Yang perlu diketahui, sama sekali tidak ada pembahasan di PKB terkait kasus Bank Century. Ya tidak ada pembahasan, karena yang dikatakan Partai Demokrat, ya sudah itulah yang akan diikuti PKB. Itu harga mati mereka. DPP PKB lalu langsung menginstruksikan kepada anggota F-PKB, makanya saya merasa perlu untuk mengoreksi hal yang seperti ini, karena kan ini bicara soal kebenaran. Elite PKB juga sering berkata, "Kita pilih opsi ini juga karena memperjuangkan kebenaran." Saya bertanya, "Kebenaran yang bagaimana?"
Lalu mengapa hanya Anda sendiri berani bersikap berbeda? Mengapa yang lain tidak?

Sebenarnya banyak juga yang sepaham dengan saya. Mereka sering berbicara dengan saya dan banyak kecocokan. Ya kira-kira separo. Bahkan lebih dari separo dari jumlah anggota F-PKB sepaham dengan saya. Namun ya itu, mereka tidak berani mengungkapkan, karena takut ditindak pimpinan DPP PKB.

Apa tindakan atau lebih tepatnya ancaman dari DPP PKB, terhadap anggota F-PKB yang tidak sejalan?
Pergantian antar waktu (PAW). Kasihan rekan-rekan saya. Mereka takut kalau di-PAW-kan. Mereka kan masih belum lama menjabat.
Anda sudah siap diganti?

Siap dan saya tidak takut. Yang saya lakukan benar. Itulah yang sebenarnya diinginkan massa pendukung PKB. Ini bukan sekadar klaim belaka. Survei menyebutkan lebih dari 72 persen pendukung PKB menyatakan sangat tidak puas pada keputusan yang diambil PKB dalam kasus Bank Century ini.

Selain itu teman-teman yang sepaham namun tidak berani menyuarakan pendapatnya justru berterima kasih, karena saya menyelamatkan muka mereka. Mereka sadar bahwa keinginan masyarakat yang mendukung PKB memang demikian adanya.
Mengenai PAW atau recall, aturannya menyebutkan, itu bisa dilakukan bila DPP PKB sudah mencapai suara bulat, dan menyerahkan surat resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Surat resmi pengajuan itu harus ditandatangani Ketua Umum DPP dan Sekjen.

Sekjen PKB Lukman Edy itu tidak mau tanda tangan.  Jadi surat resmi yang diajukan ke KPU tidak bisa dikatakan resmi, wong salah satunya tidak mau tanda tangan. Dia (Lukman) bersikap demikian karena menganggap sikap saya merupakan ekspresi dari arus bawah.
Bagaimana kepemimpinan Muhaimin Iskandar di mata pendukung PKB?

Muhaimin itu kurang peka. Kurang menghiraukan arus bawah. Dengan kurang menghiraukan pendapat konstituen, maka dia menjadi sangat tidak populer. Buktinya, dengan saya berani menyatakan sikap yang tidak sejalan dengan langkah Muhaimin dan DPP, banyak sekali SMS masuk yang mendukung saya.

Kurang lebih 300 SMS itu berisi ungkapan terima kasih kepada saya. Mereka sangat senang pada langkah yang saya ambil. Mereka memahami langkah itu karena saya justru ingin menyelamatkan PKB dari kehancuran. Bagaimana tidak hancur kalau partai nanti ditinggalkan pendukung akibat sikap pimpinan yang sangat pragmatis?

Saya menilai sudah terjadi perubahan ideologi: dari ideologi NU menjadi ideologi  pragmatis. Ini sangat berpotensi mengecewakan pendukung, sehingga di bawah pasti timbul gejolak, timbul perlawanan. Mungkin belum sempat terekam media masa saja, kalau di daerah-daerah sudah banyak yang menentang Muhaimin. Sudah ada yang membakar foto Muhaimin sebagai ekspresi terlalu kecewa. Saya berharap dia menyadari hal ini, menyadari tentang betapa penting menjaga partai jangan sampai ambruk. Jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan merelakan partai ditinggalkan pendukung. 

Lalu bagaimana nasib PKB pada masa mendatang jika tetap dalam kondisi kacau?
PKB bisa baik, bisa survive bahkan menjadi besar pada masa mendatang bila orang-orang seperti Muhaimin di-lengser-kan. Kalau Muhaimin bertahan sampai 2013, dan sikapnya tetap seperti itu, ya wassalam-lah PKB. Good bye PKB. Sangat disayangkan kalau ini sampai terjadi.
Saya katakan demikian karena di bawah, di ranting-ranting sudah banyak yang ingin membubarkan diri.

Bagaimana tentang keinginan DPR memunculkan Hak Menyatakan Pendapat dalam kasus Bank Century?
Saya melihat proses untuk menggolkan hak menyatakan pendapat akan sangat panjang, menyita waktu yang lama. Diperkirakan akan sengit prosesnya.


Mengapa demikian?

Sidang Paripurna DPR kan sudah jelas bagaimana kekuatan yang pro-pemerintah dalam hal ini kekuatan yang dipelopori Partai Demokrat kalah suara. Namun pada hari berikut, Presiden SBY dalam pidato malah mengulang pendapat Partai Demokrat yang sudah kalah suara di parlemen.

Saya melihat sikap presiden ini akan membawa kita pada sebuah krisis, yaitu krisis ketatanegaraan, karena presiden jelas telah mengabaikan keputusan konstitusional, mengabaikan lembaga auditor tertinggi, yaitu BPK. Keputusan BPK itu dinafikan presiden.

Selain itu presiden juga menafikan keputusan konstitusi dari sidang paripurna DPR. Jadi bila semula kami yang duduk di Tim 9, tidak berpekiran mengarah kepada pemakzulan, dengan sikap presiden yang seperti itu, justru malah membuka pintu bagi pemakzulan. Presiden sendiri yang membuka pintunya. Kondisinya bisa runyam. Makin sulit bagi  SBY melindungi Boediono.

Boediono sendiri sebenarnya juga sulit mengelak, karena bukan kali pertama dia ikut mengeluarkan kebijakan yang merugikan keuangan negara. Pertama saat kebijakan BLBI, saat itu dia adalah Direktur Analisa Bank Indonesia. Ya mungkin tidak memutuskan sendiri, tapi dia salah satu yang memberikan persetujuan terhadap keluarnya BLBI itu. Kedua saat dia menjabat sebagai menteri keuangan, ia juga mengeluarkan kebijakan Release and Discharge, yang ketiga bailout Bank Century. dia juga mengecewakan Pansus.
Seperti apa Boediono saat di Pansus?

Saat ditanya simpanan itu uang negara atau bukan, bukan menjawab, dia malah mengatakan, tanyakan hal itu pada ahlinya. Dalam hal ini dia tidak lulus, karena Rancangan Undang-Undang tentang Keuangan Negara itu diajukan pada saat Presiden Megawati berkuasa . Waktu itu Boediono menjabat sebagai menteri keuangan.

Sewajarnya dia mengetahui hal itu.  Bila tidak jujur ya melanggar konstitusi. Karena dalam sumpah dan janji presiden dan wakil presiden harus jujur dan berlaku selurus-lurusnya. Jadi bisa panjang urusannya, karena ada pihak yang tidak jujur. (35)

 

(Hartono Harimurti/bnol)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
06 Februari 2012 | 18:45 wib
Dibaca: 756
image
30 Januari 2012 | 18:30 wib
Dibaca: 593
image
29 Januari 2012 | 19:19 wib
Dalang Thio Tiong Gie (2)
Sulit Mencari Sayhu Pengganti
Dibaca: 478
image
25 Januari 2012 | 18:40 wib
Dalang Thio Tiong Gie (1)
Berkah Perjuangan Gus Dur
Dibaca: 1235
image
22 Januari 2012 | 16:46 wib
Perhatian Pemprov Atas TKW
Telah Terjadi Pengabaian Sistematis
Dibaca: 589
Panel menu tepopuler dan terkomentar
06 Februari 2012 | 18:45 wib
FOOTER