panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Januari 2013 | 22:18 wib
Sate Kelinci, Kelezatan yang Menyehatkan
image

MENGUNJUNGI objek wisata Jembangan Wisata Alam (JWA), tak melulu bicara soal keindahan panorama alamnya yang memesona. Selain memanjakan mata, berada di kawasan wisata di Kecamatan Poncowarno, Kebumen yang sedang moncer itu, tak ada salahnya memanjakan lidah dengan berburu aneka wisata kuliner.

Sate kelinci adalah salah satu pilihan di antara banyaknya menu yang ditawarkan di sejumlah warung makan di kawasan itu. Satu-satunya warung yang menawarkan menu sate kelinci, saat ini ialah Warung Makan Sido Eco milik Pak Woto.

Di warung yang sangat strategis itu, menu sate kelinci merupakan menu salah satu yang digemari pengunjung. Maklum selain rendah kolesterol, daging kelinci juga menyehatkan dan dipercaya sebagai obat untuk berbagai penyakit seperti darah rendah dan penyakit asma. 

Ya, secara sepintas, saat dihidangkan sate kelinci mirip dengan sate ayam atau kambing. Baru setelah merasakan, bisa membedakan teste dan tekstur daging kelinci dengan sate salinnya.

Tekstur daging kelinci cukup lembut tidak sekeras daging kambing, akan tetapi gurihnya tidak begitu tajam seperti daging ayam.

"Sate kelinci bisanya menjadi alternatif bagi mereka yang sudah tidak makan sate daging kambing," ujar Woto (49) pemilik warung, Jumat (4/1).

Bapak tiga anak itu mengakui, banyak konsumen yang menyukai sate kelinci. Jika waktu liburan, dalam sehari dia bisa menghabiskan sebanyak 10 ekor kelinci. Adapun satu ekor bisa dibuat antara 8 hingga 10 porsi. Satu porsi sate kelinci di warung itu disajikan sebanyak 8 tusuk sate.

Sate kelinci bumbu kacang tersebut disajikan dengan nasi maupun lontong. Dengan merogoh kocek Rp 15.000, Anda sudah bisa menikmati kelezatan satu porsi sate kelinci di warung Pak Woto.

Menurut Pak Woto, mengolah daging kelinci, relatif unik dan berbeda dengan jenis daging lain. Kelinci yang selesai disembelih dan dikuliti, tidak langsung diambil dagingnya. Minimal dibiarkan selama dua jam, baru setelah itu diambil dagingnya. "Kalau langsung diolah dagingnya lengket," katanya.

Makanan serba kelinci yang ditawarkan warung yang buka selama 24 jam itu. Seperti sop kelinci, rica-rica kelinci dan  nasi goreng kelinci. Sebagai teman bersantap sate maupun rica-rica kelinci tersedia es minuman kelapa muda yang menyegarkan. 

( Supriyanto / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 7679
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 8539
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 9415
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 10232
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 2272
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER