panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Juni 2012 | 08:47 wib
Ampas Tahu Disulap Jadi Selai
image

LIMBAH ampas tahu ternyata dapat diolah menjadi bahan makanan bergizi dan bernilai ekonomis tinggi. Di tangan sejumlah mahasiswa UGM, ampas tahu yang biasanya hanya berakhir di tempat pembuangan sampah, 'disulap' menjadi selai lezat dan diberi nama 'A Soy'.

Mahasiswa-mahasiswa kreatif di balik pembuatan selai ampas tahu ini adalah Ahmad Muhaimin Alfarisy (Pembangunan Wilayah UGM 2010), Dian Purnami Handayani (Teknik Kimia UGM 2010), Friestisya Blorindayoga Hariandrie (Teknik Kimia UGM 2010), Mudrikah (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM 2010) serta Ristiani Puji Lestari (Akuntansi UGM 2011). Mereka tergabung dalam Program Kreatifivitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K).

Alfarisy menuturkan, pengembangan selai ampas tahu itu berawal dari pengalamanya saat berjualan susu kedelai semasa SMA. Saat itu Dia melihat limbah susu kedelai yaitu ampas kedelai tidak banyak dimanfaatkan dan terbuang sia-sia, begitu pula dengan ampas tahu.

''Selama ini ampas tahu hanya digunakan sebagai pakan ternak dan bahkan dibuang begitu saja, padahal didalamnya mengandung gizi yang cukup tinggi,'' ujarnya di kampus UGM.

Disebutkannya, dalam ampas tahu memilik kandungan serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Selain itu didalam kedelai juga terkandung senyawa isoflavon yang baik untuk mencegah proses penuaan dini.

''Kami memakai ampas tahu ini sebagai bahan pembuat selai karena mengandung serat yang tinggi yaitu 8 persen lebih banyak dari selai-selai yang dijual dipasaran yang hanya mengandung serat sekitar 6 persen saja,'' tuturnya.

Pembuatan selai itu terbilang mudah. Pertama-tama ampas tahu yang masih segar dikukus terlebih dahulu selama 1 jam agar ampas tahu bisa lebih awet. Lalu ampas yang telah dikukus dicampur dengan buah yang sudah diblender terlebih dahulu bersama dengan gula pasir, cengkeh dan kayu manis. Selanjutnya setelah semua bahan tercampur dimasak kedalam penggorengan dan didihkan sampai mengental.

''Untuk komposisinya penggunaan ampas tahu berbanding buah adalah 1:2,'' lanjut Alfarisy.

Omzet Rp1,8 Juta

Saat ini 'A Soy' dijual dalam bentuk roti bakar dengan menawarkan 4 varian rasa yaitu rasa apel, jambu, pisang, dan cokelat susu. Mereka berencana, ke depan akan dibuat produk dengan rasa baru seperti blueberry, mocca, sirsak, dan beberapa rasa oriental lainnya.

Ditambahkan Dian, hingga saat ini penjualan roti bakar 'A Soy' telah meraup omzet Rp1,8 juta, sejak dirilis pada akhir Februari lalu. 'Roti bakar A SOY' kini dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Per potongnya hanya dibanderol Rp1.500. Untuk sementara, lanjutnya, roti bakar ''A Soy'' itu baru dipasarkan di sejumlah kantin di lingkungan kampus UGM dan UNY.

( Bambang Unjianto / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 23:55 wib
Dibaca: 6588
image
27 Agustus 2014 | 17:54 wib
Dibaca: 7471
image
18 Agustus 2014 | 16:59 wib
Dibaca: 8281
image
15 Agustus 2014 | 12:20 wib
Dibaca: 9044
image
14 Agustus 2014 | 14:46 wib
Dibaca: 2193
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER