panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Februari 2012 | 16:39 wib
Gurihnya Ayam Hainan Bumbu Tradisional
image


HAINAN
adalah salah satu wilayah di negara China. Disana ada salah satu jenis ayam yang disebut wenchang chi. Warga Hainan pun mencoba meramu masakan dari ayam wenchang chi itu. Ayam tersebut memiliki keunggulan pada dagingnya lantaran ayam ini mendapatkan pakan berbeda serta minum berupa air hangat. Ayam hainan juga tidak banyak bergerak sehingga dagingnya lebih tebal.

Seiring berkembangnya zaman, perlahan olahan ayam hainan dibawa keluar dari daratan China menuju Singapura. Hainan sudah ada sejak lama, jauh sebelum Masehi, yang kemudian dibawa ke Singapura, jadilah nasi hainam ayam.

Dengan dibawa ke Singapura, nasi ayam hainan semakin dikenal masyarakat Eropa dan hampir seluruh Asia, termasuk Indonesia. Bahkan, nasi ayam hainan di Indonesia disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia yang kental akan bumbu tradisional.

Ayam Hainan ala Cascade Restaurant Gumaya Tower Hotel Semarang misalnya, menyesuaikan selera Indonesia membubuhkan aneka bumbu tradisional seperti jahe, bawang putih, daun jeruk dan daun pandan.

Hidangan ayam hainan ala Gumaya terdiri dari nasi wangi, ayam kukus, kaldu ayam dan aromatik saus. Sepintas, sajian ini terlihat sederhana, namun dibutuhkan persiapan yang banyak dan rumit untuk menghasilkan hidangan yang lezat penuh cita rasa ini.

"Tahap pertama yang harus dilakukan adalah ayam direndam beserta kuahnya dengan temperatur 70-80 derajat Celsius. Proses memasaknya pun menggunakan jahe, daun jeruk, kulit jeruk kering, lemak ayam serta daun pandan. Usahakan gunakan api kecil," papar Sous Chef Cascade Restaurant Sutrisno Sudirman di Gumaya Tower Hotel Semarang, akhir pekan lalu.

Sutrisno menuturkan, jika selama ini memasak ayam hainan selalu direbus, dia menggunakan proses memasak terbaru yang berbeda dengan restoran lainnya. Yaitu, ayam hanya direndam bukanlah direbus. Dengan begitu, cita rasa ayam lebih nikmat, tidak hancur namun tetap matang dengan sempurna. Menu ayam hainan ala Gumaya menjadi salah satu menu yang paling diminati tamu hotel maupun pengunjung. Harga sajian ini per porsinya mencapai Rp 46.000. Dalam sehari sekitar 20-25 porsi habis terjual.

Ya, meramu masakan baru bagi Sutrisno bukanlah hal yang sulit baginya. Sebagai chef di hotel berbintang lima, ia dituntut menciptakan kreasi masakan yang tak biasa.

Untuk menumbuhkan inovasi masakan, ia selalu bepergian ke luar daerah mencicipi aneka masakan nusantara. Jika sudah ketemu yang pas, Sutrisno juga mengkombinasikan melalui buku resep masakan. Sederet menu andalan khas Semarangan telah dihasilkan.

Seperti Gulai Semarang, Tongseng Semarang, Lontong Cap Gomeh dan Asem-Asem Khas Semarang.

( Fista Novianti / CN32 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
26 Mei 2012 | 21:25 wib
Dibaca: 75
image
24 Mei 2012 | 15:59 wib
Dibaca: 520
image
17 Mei 2012 | 21:53 wib
Dibaca: 803
image
16 Mei 2012 | 15:56 wib
Dibaca: 544
image
15 Mei 2012 | 09:44 wib
Dibaca: 1499
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER