
KUE tart pengantin kesan romantis dengan dominan warna putih dipenuhi bunga-bunga tentu sudah biasa. Nah, bagaimana dengan kue tart pengantin bermotif batik? Motif batik biasanya dituangkan dalam sehelai kain serta aneka kerajinan lainnya. Namun, kini hadir produk baru motif batik dalam kue tart pengantin.
Adalah Michael Suryana (26) pemilik Dian Mas Cake Decoration yang berkreasi dengan kue tart batik itu. Kue tart buatannya dipenuhi dengan motif batik berbahan kertas gula bernama edible image.
Ya, kertas bahan dasar gula yang bisa dimakan itu sekarang ini makin digemari pelaku industri bakery. Karena booming, Michael mencoba menghadirkan kue tart dengan kertas gula yang dicetak bergambar motif batik.
Ditemui di rumahnya Jalan Puri Anjosmoro C1/2 Semarang Rabu (1/2), Michael Suryana nampak sibuk membatik di atas kue tart miliknya. Jika membatik di atas kain menggunakan canting dan malam cair. Berbeda halnya dengan putra dari Ong Eng Kiok dan Suntaram Chandra itu yang membatik dengan gula cokelat dibungkus plastik berbentuk kerucut. Ujung plastik kemudian dilubangi. Jika ditekan, gula cokelat itupun keluar secara perlahan.
Kesan tradisional pun nampak pada rangkaian janur kuning yang mengelilingi kue tart. Sama halnya dengan kue tart pengantin lainnya yang identik dengan kue bertingkat. Kali ini, pria yang terampil membuat kue sejak SMP itu membuat kue tart batik dengan tinggi dua meter berdiameter ukuran 60 sentimeter dan 80 sentimeter.
"Biasanya pengantin berkonsep internasional selalu menyertakan kue pengantin di pesta pernikahannya. Saya mencoba pengantin berkonsep tradisional untuk ikut menghadirkan kue tart pengantin. Karena tradisional itu lekat dengan motif batik dan atas permintaan pelanggan juga, barulah kemudian saya membuat kue tart batik ini," kata Michael.
Menurut pria kelahiran 3 Desember 1985 itu, proses pengerjaannya pun relatif mudah memakan waktu sampai seminggu. Pertama-tama ia merancang konsep dulu. Yaitu menyusun kerangka tulang dengan stereofoam (gabus). Kemudian bahan kue disiapkan. Setelah kue matang, barulah siap untuk dihias.
Dalam membuat kue, Michael berpatokan pada resep kuno keluarga dengan tidak menggunakan bahan pengawet dan bahan pengembang. Semuanya ia kerjakan sendiri dengan tenaga manual.
Harga yang dibanderol untuk satu kue tart batik itu senilai Rp 2 juta. Rencananya, kue tart batik itu akan dipamerkan pada pameran pernikahan Ikapesta Expovaganza yang akan berlangsung 3-6 Februari 2012 di PRPP Semarang.
( Fista Novianti / CN33 )