panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Mei 2013 | 18:19 wib
Pepatah Jawa
image

Kebudayaan Jawa selain memiliki beragam keunikan dan ciri khas juga mempunyai nilai edukasi yang tinggi. Alasannya karena ternyata nenek moyang kita banyak meninggalkan warisan pepatah-pepatah yang mengajarkan kebaikan secara mendalam. Tentunya jika kita mampu menafsirkannya secara tepat, pepatah-pepatah tersebut bisa membangun pesan moral yang sangat bermanfaat bagi diri kita maupun orang disekitar kita. Berikut ini adalah beberapa Pepatah Jawa tersebut.

Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan berfikir mendua agar tidak luntur niat dan semangat). Aja Gumunan, Aja Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut; Jangan mudah kolokan atau manja). Cincing-cincing mekso klebus (Untuk menyatakan maunya irit tapi boros). Cecak nguntal cagak (Untuk menyatakan suatu keinginan yang tidak seimbang dengan kekuatan). Diwenehi ati ngrogoh rempela (Untuk menyatakan orang yang tidak bersyukur ketika diberi). Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu). Emban cindhe emban siladan (Untuk menyatakan orang yang pilih kasih dalam memberi atau membela). Esok dhele sore tempe (Untuk menyatakan orang yang mudah terbawa angin dan tidak punya pendirian). Kakehan gludug ora udan (Untuk menyatakan orang yang banyak bicara tetapi hasilnya tidak tampak). Koyo banyu karo lengo (Untuk menyatakan orang yang tidak bisa rukun dan akur). Kegedhen empyak kurang cagak (Untuk menyatakan punya cita cita yang besar tetapi tidak punya kemampuan yang cukup).

Mburu uceng kelangan dheleg (Untuk menyatakan ketika mencari yang kecil justu kehilangan yang lebih beharga). Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dhur angkoro (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak). Milih milih tebu oleh boleng (Untuk menyatakan terlalu banyak pertimbangan yang akhirnya justru mendapat yang tidak baik). Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan). Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi). Ojo Milik Barang Kang elok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat). Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik).

(Eko Wahyu Budiyanto/CN37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
04 September 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 6783
image
03 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 6201
image
31 Agustus 2014 | 18:24 wib
Dieng Culture Festival Sedot 26 Ribu Pengunjung
Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Puncak Acara
Dibaca: 6222
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 12816
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 13145
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER