panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 Juli 2012 | 14:47 wib
Ruwah, Bulan Hadiah untuk Arwah
image

SALAH satu budaya masyarakat Jawa yang dilakukan sebelum bulan puasa adalah ruwahan. Menurut penghitungan kalender Jawa, bulan ruwah pada tahun ini jatuh pada tanggal 21 Juni 2012 atau 1 Syaban 1433 H. Adat ruwahan memang bukan berasal dari agama Islam, tak heran jika tidak semua umat Islam mengerti tradisi tersebut.

Ruwah merupakan bulan urutan ke tujuh, dan berbarengan dengan bulan Sya’ban tahun Hijriyyah. Kata ruwah konon bersal dari kata 'arwah', atau roh para leluhur dan nenek moyang. Dari akar kata arwah inilah, bulan tersebut diasosiasikan sebagai bulan untuk mengenang para leluhur. Biasanya warga berbondong-bondong ke makam leluhur untuk memberikan doa atau biasa disebut dengan nyadran.

Para peziarah biasanya meneruskan besik atau membersihkan makam. Beberapa daerah juga masih mempertahankan tradisi tahlil bersama di halaman makam, dengan membawa makanan maupun hasil bumi untuk di bagikan atau dimakan bersama-sama. Hal ini bisa dimaknai semacam bulu bekti, setelah semua di doakan dan dikhususkan untuk di sajikan pada leluhur setelah itu dinikmati bersama bersama handai taulan.

Banyak yang bisa diambil maknanya di sini, seperti persiapan untuk puasa Ramadhan yang dianggap sebagai perang jihad melawan hawa nafsu (makan). Dalam tradisi ini simbol makan mewakili sejumlah nafsu manusia. Dapat dimaknai pula, bahwa sebelum berangkat 'perang', maka harus membersihkan diri dengan memohon restu pada para pendahulunya.

Tradisi Majapahit

Nyadran, konon juga bukan berasal dari budaya Jawa. Nyadran yang berasal dari kata 'sradha' merupakan tradisi yang diawali oleh Ratu Tribuana Tunggadewi, raja ketiga Majapahit. Pada jaman itu Kanjeng Ratu ingin melakukan doa kepada sang ibunda Ratu Gayatri, dan roh nenek moyangnya yang telah diperabukan di Candi Jabo. Untuk keperluan itu dipersiapkanlah aneka rupa sajian untuk didermakan kepada para dewa. Sepeninggal Ratu Tribuana Tunggadewi, tradisi ini dilanjutkan juga oleh Prabu Hayam Wuruk.

Di masa penyebaran agama islam oleh Wali Songo, tradisi tersebut kemudian diadopsi menjadi upacara nyadran karena bertujuan untuk mendoakan orang tua di alam baka. Sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadist, bahwasanya ketika seseorang telah meninggal dunia dan berada di alam barzah, maka semua amal kebaikan di dunia menjadi terputus kecuali tiga hal, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh.

Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban anak dan cucu untuk senantiasa mendoakan arwah leluhurnya yang telah meninggal. Hanya saja sajian yang dibuat tidak lagi diperuntukkan bagi para dewa, tetapi sebagai sarana sedekah kepada kaum miskin. Pada acara nyadran, berbagai macam bunga ditaburkan di atas makam orang-orang yang mereka kita cintai, oleh karena itu nyadran juga disebut nyekar (sekar= bunga).

Keindahan dan keharuman bunga menjadi simbol untuk selalu mengenang semua yang indah dan yang baik dari mereka yang telah mendahului. Dengan demikian, ritus itu memberikan semangat bagi yang masih hidup untuk terus berlomba-lomba demi kebaikan. Tradisi ritus ruwahan ini ditutup dengan acara padusan biasanya dilakukan setelah Dhuhur atau Ashar untuk membersihkan diri lahir batin memasuki bulan Ramadhan.

Tradisi di bulan ruah pada intinya melambangkan kesucian dan rasa sukacita memasuki ibadah puasa yang merupakan bentuk iman kesalehan individual dan kolektif.

(Diantika PW/CN27)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 6232
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 6726
image
09 April 2014 | 22:22 wib
Dibaca: 7482
image
06 Maret 2014 | 22:54 wib
Dibaca: 7731
image
16 Februari 2014 | 12:41 wib
Dibaca: 8693
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER