panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Mei 2012 | 09:45 wib
Memupuk Karakter dan Mencintai Budaya
image

WAYANG KARTON: Dua bocah ini memainkan wayang karton buatan Pak Joyo, Kampung Tosari Wonosobo. Boneka wayang bisa memupuk karakter dan mencintai budaya nasional. (suaramerdeka.com/ Sudarman)

KESENIAN wayang relatif sarat filosofi bernilai luhur. Karakter yang melekat pada tokoh wayang, acapkali dijadikan tuntunan bagi pembentukan watak dan pribadi seseorang. Wayang bukan sekedar seni semata, tetapi memperoleh tempat tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa.

Menyadari hal itu, Seniman Joyo (68 tahun) asal Kampung Tosari Kelurahan Jaraksari Wonosobo, mengisi masa tuanya dengan berkarya membuat wayang karton, topeng maupun reog. Dia pun mahir membuat topeng dari kayu dan lainnya. Hal itu dilakukan sekaligus untuk melestarikan dan menanamkan kecintaan pada budaya.

Pria berpostur subur ini ketika ditemui suaramerdeka.com, menyebut tak mau berpangku tangan saja. Kegiatan berkarya membuat wayang karton dan sejenisnya, bisa mengurangi kejenuhan, sekaligus dapat menghasilkan. Sehubungan dengan itu, dirinya tidak mematok tarif mahal terhadap hasil karyanya.

Untuk sebuah topeng karton, harganya berkisar Tp 5.000. Demikian halnya dengan wayang karton, juga Rp 5.000. Tetapi untuk ukuran kecil, wayang karton hanya Rp 1.000-Rp 1.500. Adapun untuk reog, harganya mencapai Rp 30.000. Hasil karyanya, kini dijual tiap Minggu, di kawasan alun-alun Kota Wonosobo. Peminatnya sebagian besar adalah anak-anak.

Joyo yang di masa mudanya dikenal sebagai seniman/vokalis musik Keroncong dan kesenian tradisional, mengaku kepiawaian membuat topeng, wayang dan lainnya, diperoleh secara otodidak. Sejak kecil, lingkungan telah menempa dirinya menjadi seniman multi talenta. Bahkan sampai sekarang pun, dirinya masih aktif berkesenian di kampungnya.

Lelaki tua yang fisiknya tetap bugar ini mengatakan, untuk menekan harga agar murah dan terjangkau, dia memanfaatkan barang bekas dan didaur ulang. Setelah dicat, hasil karyanya terkesan tidak murahan. Dia berkarya sendirian di rumah tinggalnya. Hal itu dikerjakan di sela-sela aktifitas rutin kesehariannya. Dia pun juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungannya. Dengan banyak beraktifitas, diakauinya dapat menjaga stamina dan kesegaran batiniahnya.

(Sudarman/CN27)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
04 September 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 2653
image
03 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 2530
image
31 Agustus 2014 | 18:24 wib
Dieng Culture Festival Sedot 26 Ribu Pengunjung
Ruwatan Rambut Gimbal Sebagai Puncak Acara
Dibaca: 2610
image
13 Mei 2014 | 22:25 wib
Dibaca: 9048
image
10 April 2014 | 19:05 wib
Dibaca: 9507
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER