
TARI MERAK: Beberapa siswi SMK Negeri 1 Wonogiri membawakan tari Merak di atas untuk memeriahkan HUT sekolahnya. Tarian ini, pernah memenangi juara lomba tari tingkat Provinsi Jateng. (suaramerdeka.com/ Bambang Purnomo)
MERAK adalah species burung dalam genus Pavo dan Afropavo. Unggas ini dari familia ayam hutan (pheasant) Phasianidae. Ada tiga species merak yang populer di dunia. Yakni, Merak India warna biru (Pavo Cristatus), Merak Hijau (Pavo muticus) dan Merak Kongo (Afropavo congensis).
Di luar ketiga species itu, ternyata masih ada jenis merak putih yang hidup di China. Dalam kehidupan sehari-harinya, merak jantan suka mengepakkan sayapnya yang indah, dan senang nginggel (goyang) memamerkan bulu ekornya yang megar indah. Ini dilakukan, manakala merak jantan sedang birahi. Tujuannya, agar menarik merak betina supaya mendekatinya.
Terinspirasi dari gerak-gerik indah dari kehidupan satwa burung Merak, koreografer dari tanah Pasunan Jabar, Raden Tjetjep Somantri, pada tahun 1950-an menciptakan tari merak. Yakni tari yang gerakannya meniru gerak-gerak burung Merak. Utamanya gerak burung Merak jantan, yang suka mengepakkan sayapnya, yang kemudian dibarengi dengan gerakan ngigel.
Busana penari Merak memakai pakaian yang jenis dan motivnya dibuat mirip dengan bulu burung Merak. Manakala meniru Merak India (Pavo cristatus), motiv warnanya didominasi biru. Bila suka warna hijau, itu terinspirasi oleh burung Merak jenis Pavo muticus. Atau warna lain untuk menyamakan dengan jenis Merak Kongo yang didominasi warna kuning, dan juga warna putih mirip burung Merak dari China.
Di kepala penari, dilengkapi asesories makhota yang dibuat mirip kepala burung Merak. Iringan instrumennya memakai gamelan gending irama Macan Ucul. Yang pada adegan tertentu, pengrawit utamanya waditra penabuh bonang, akan memukul bagian kayunya keras-keras. Ini untuk mengiringi gerak ketika tarian itu sedang menggambarkan adegan Merak yang tengah bermesraan.
Tari Merak begitu populer di Indonesia dan terkenal di luar negeri. Tarian ini berkembang pula di hampir semua provinsi di Jawa dan Bali. Bahkan seniman tari dari Akademi Seni Kerawitan Indonesia (ASKI) Denpasar Bali, yang terinspirasi tari Merak ciptaan Raden Tjetjep Somantri, belakangan ikut mencipta tari Manuk Rawa, yang gerakannya mirip tari burung Merak.
Sebagai karya seni, tari Merak sering dipentaskan dalam jumlah banyak sebagai sajian tari massal. Atau paling tidak, lebih dari satu penari, untuk penggambaran gerak-gerik burung Merak yang sedang bermesaraan. Di Wonogiri, geladi latihan tari burung Merak, diajarkan di Sanggar Tari Langen Kridha Surya Giri asuhan koreografer Ida Erawati. Juga dilatihkan kepada murid-murid melalui para guru kesenian di sekolahnya masing-masing, melalui pembelajaran ekstrakurikuler.
(Bambang Purnomo/CN27)