panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Mei 2011 | 01:13 wib
Pameran Keris Nguri-uri Budaya Nusantara
image

(SM CyberNews/ Hartatik)

PULUHAN pencinta keris serta para pelajar memadati Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Mulai 1 hingga 4 Mei, dalam rangkaian HUT Kota Semarang ke-464, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Pameran Keris ini.

Antusias pengunjung tampak begitu tinggi. Tidak hanya dari para pemerhati keris saja yang datang, tampak banyak pemuda dan para pelajar yang tak henti-hentinya memerhatikan pusaka-pusaka yanag cukup langka itu.

Asdar Winarto (45), salah satu pemerhati keris dari Paguyuban Keris Jawa Tengah Kerta Brata mengatakan, pameran ini diikuti lima paguyuban. Diantaranya, Paguyuban Keris Puriwiji Semarang dan Joglo Semarang dari Semarang, Ratu Shima  dan Parikesti dari Ungaran, serta Sapujagad dari Demak.

"Sedikitnya 200 benda pusaka dipamerkan dalam even tersebut. Tidak hanya keris saja, tapi ada juga tombak, badik, rencong, dan kudi semacam bendo," paparnya.

Dipaparkan Asdar, ada 10 kategori masterpiece atau andalan keris yang dipamerkan. Beberapa diantaranya, keris Nogososro, Nogorojo, Singobarong dan Sabuk Inten. Keris tersebut mewakili dari era Budha sampai jaman kemerdekaan.

Dia menegaskan, dalam pameran tersebut tidak ada transaksi jual beli benda pusaka. Namun bagi pengunjung yang tertarik untuk memiliki disediakan bursa di luar area pameran. Mereka bisa mendapatkan keris yang diminati, tentu sesuai dengan harga yang disepakati kedua belah pihak. Dikatakannya, untuk sebuah karya seni agung, sejatinya tidak ada patokan harga yang jelas pada keris.

Sementara itu Atik Wigoena (32), anggota Paguyuban Keris Puriwiji menambahkan, keris tidak hanya representasi simbol kebudayaan Jawa semata, tapi juga daerah lain. Diharapkan kegiatan ini mampu mengembalikan karakter kejawen masyarakat,  khususnya di Semarang yang nyaris luntur.

Selain itu dimaksudkan untuk menghilangkan kesan mistis dari keris. Menurutnya, keistimewaan keris itu terletak pada proses pembuatannya. Secara ilmiah, keris bisa berdiri karena memiliki garis tengah. Kenapa banyak keris yang bisa dilarikan ke luar negeri dan tidak terdeteksi oleh metal detektor, karena keris terbungkus oleh fosfor yang merupakan hasil penempaan ribuan kali di atas bara kayu jati.

(Hartatik/CN27)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
15 Mei 2012 | 16:05 wib
Dibaca: 651
image
12 Mei 2012 | 11:45 wib
Dibaca: 700
image
03 Mei 2012 | 09:45 wib
Dibaca: 814
image
22 April 2012 | 18:15 wib
Dibaca: 2611
image
22 April 2012 | 17:05 wib
Dibaca: 1573
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER