panel header
RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Juli 2010 | 21:29 wib
Pentas Bareng Eksekutif - Ngesti Pandowo
Bersinergi untuk Menghibur
image

AKSI para pemain amatir di pentas bersama WO Ngesti Pandowo (Foto CyberNews Iss)

Oleh Bambang Iss

KESALAHAN dialog atau sama sekali tidak bisa berolah tari, ternyata bisa dimaafkan di pentas kolaborasi wayang orang.

Maka celotehan di luar dialog pun ditoleransi. Ketika, misalnya, tokoh Prabu Kresna (diperankan Bambang Sadono) menyela sebuah dialog dengan kata-kata "Aja kesuwen ngomongmu, aku dadi lali apalane" (jangan lama-lama ngomongnya, hapalan saya jadi lupa)" maka langsung gemuruhlah tawa penonton.

Atau saat tokoh Dewi Pramuwati (Sri Setyaningsih) ketangkap basah membuat sontekan dialog di telapak tangannya, Arjuna (Kenthus) pun berceloteh : "Kuwi tanganmu ana tulisan apa?" (Itu di tanganmu kamu menulis apa?), Dan sekali lagi penonton pun ger.

Akhirnya sebuah pentas dengan lakon seserius "Bambang Pramusinto" pun jadi penuh balutan canda. Meski begitu lakon ini tetap berpakem, karena ia memang bukan pentas wayang canda seperti yang akhir-akhir marak ditampilkan di televisi.

"Bambang Pramusinto" dipentaskan WO Nesti Pandowo dalam rangka ulang tahun ke 73, Sabtu (11/7) di Gedung Ki Narto Sabdo Kompleks TBRS Semarang. Para anggota dewan DPRD Prov Jateng dan para pengurus DKJT (Dewan Kesenian Jawa Tengah) bergabung dengan pemain profesional dari WO RRI Surakarta dan WO Barata Jakata.

Beragam latar profesi pemain amatir ini pun cukup menarik disimak. Suci Yulianti, misalnya, adalah seorang perias pengantin, dosen keputrian dan pemilik LPK Tiara Suci yang sebelumnya pernah tampil bersama para pemain wayang di Solo. Prof. Rustono adalah seorang dosen di Unnes Semarang yang menggeluti dunia kebudayaan.

Bersinergi.

Bertemunya aneka profesi di satu pentas kesenian, seperti wayang orang ini bukan terjadi benturan ketrampilan, namun malah sebaliknya terjadi sinergi untuk menghasilkan sebuah tontonan menghibur. Bahkan pemain profesional dari Ngesti pun memberi peluang mengembangkan dialog di luar skenario.

Beberapa peran penting pun dimainkan para amatir ini misalnya tokoh Dewi Nawang Wulan (Suci Yulianti), Prabu Kresna (Bambang Sadono), Dewi Subadra (Restu Lanjari), Puntadewa (Prof Rustono), Dewi Tegowati (Mer Dyas) atau Setyaki (Masrohan Samsurie). Bahkan peran penting dimainkan dengan bagus oleh Restu Lanjari atau Bambang Sadono. Keruan saja, Restu memang punya basik kuat di bidang tari jawa klasik.

Repotnya memang soal bloking. Karena telalu banyak pemain, sehingga pegaturan bloking panggung jadi terabaikan. Persoalan teknis seperti ini memang butuh proses lama, setidaknya, para pemain amatir ini bisa sebelumnya memahami pentingnya penguasaan panggung dan itu tugas sutradara.

Pentas bersama eksekutif ini menurut Cicuk Sastro Sudirdjo pimpinan WO Ngesti Pandowo akan ditradisikan.

 

 

(/Bambang Isti)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 Februari 2012 | 19:16 wib
Dibaca: 375
image
05 Februari 2012 | 19:07 wib
Dibaca: 286
image
18 Januari 2012 | 10:39 wib
Dibaca: 859
image
13 Januari 2012 | 18:01 wib
Perayaan Tradisi Yaqowiyu
Bawa Balita pun Ikut Berdesakan
Dibaca: 900
image
10 Januari 2012 | 15:10 wib
Dibaca: 1209
Panel menu tepopuler dan terkomentar
05 Februari 2012 | 19:16 wib
FOOTER