panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Juli 2010 | 17:16 wib
73 Tahun WO Ngesti Pandowo (2)
Dibanding Olahraga, Bantuan Pemerintah Terlalu Kecil
image

GEDUNG Ki Narto Sabdo yang dipakai pentas WO Ngesti Pandowo. (Foto CyberNews Iss)

Oleh Bambang Iss

JIKA memang pemerintah provinsi Jateng membantu dana dari APBD, itu pun cuma Rp 33.600.000 pertahun. Ini terlalu kecil jika dibandngkan dana olahraga atau institusi kesenian lain misalnya Dewan Kesenian Semarang (Dekase) yang sampai Rp 200 juta lebih pertahun tapi tidak ketahuan kegiatannya.

Melihat kenyaaan itu pihak Ngesti Pandowo pun menerimanya dengan iklas. "Habis mau gimana? Kalau memang cuma segitu ya kami terima saja, bagaimana kita menggunakannya saja," kata Cicuk Sastro Sudirdjo. Maka ia pun banting tulang menutup biaya produksi setiap Sabtu malam di mana Ngesti Pandowo menggelar pertunjukannya. Caranya, menggantungkan pemasukan dari penonton.

Ikhwal penonton, pengelola WO ini pun mulai lega, karena sekarang semenjak setahun  terakhir hampir setiap Sabtu malam, pegunjungnya selalu memenuhi kursi, paling tidak separuh kapasitas gedung terisi. Menurut Cicuk, jumlah ini cukup signifikan, karena tahun-tahun sebelumnya Ngesti selalu sepi pengunjung.

Masih soal penomntom, ketika mendengar khabar, bakal diberlakukan wajib tonton wayang untuk siswa SD oleh pemerintah kota, maka mata Cicuk pun berbinar cerah. "Tentu kami senang mendengar rencana itu. Kabarnya walikota Sukawi sudah setuju, tinggal pelaksanaan saja," kata lelaki ini.

Jika "wajib tonton" diberlakukan, maka pihak Ngesti segera melakukan persiapan, dengan mengadakan pentas dua kali dalam sehari, yakni hari Sabtu. Pertunjukan untuk anak sekolah dilaksanakan siang hari dengan durasi dan pemain lebih sedikit. Dilanjutkan malam harinya sebagai pentas reguler.

Sanggar tari.

Yang sekjarang menjadi persoalan para pengelola grup wayang orang adalah soal regenerasi para seniman wayangnya. Ngesti Pandowo juga merasakan kesulitan itu. Tapi pihaknya masih bisa berharap dari penyelenggara sanggar tari, yang diharapkan lulusannya bisa ikut di WO Ngesti Pandowo.

Beberapa sanggar ini antara lain Sanggar Yasa Budaya, Sanggar Antika, Pepetri (Persatuan Pelatih Tari) atau para mahasiswa Unnes Semarang jurusan seni tari. "Ya, akhirnya kami menggantunkan dari para sanggar itu untuk proses regenerasi," kata Cicuk.

Meski tidak signifikan, tapi dewasa ini Ngesti Pandowo sering menampilkan para pemain muda, bahkan untuk peran-perang penting. Ada beberapa nama dDi antaranya Maya, Fain, Paminto atau Agung Ciptoningtyas.

Mereka diharapkan akan menjadi pemain besar bahkan bisa membawa nama Ngesti Pandowo, menggantikan para seniornya seperti Dinar atau Sumarbagyo yang pernah menjadi ikonnya Nesti Pandowo. Sama seperti nama (alm) Rusman dan Darsi yang pernah menjadi bintang di WO Sriwedari Solo atau nama Kenthus dan Kies Slamet untuk WO Barata Jakarta. (Habis)

 

 

 

 

(/Bambang Isti)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 Februari 2012 | 19:16 wib
Dibaca: 378
image
05 Februari 2012 | 19:07 wib
Dibaca: 288
image
18 Januari 2012 | 10:39 wib
Dibaca: 860
image
13 Januari 2012 | 18:01 wib
Perayaan Tradisi Yaqowiyu
Bawa Balita pun Ikut Berdesakan
Dibaca: 900
image
10 Januari 2012 | 15:10 wib
Dibaca: 1209
Panel menu tepopuler dan terkomentar
05 Februari 2012 | 19:16 wib
FOOTER