panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Agustus 2013 | 23:03 wib
Album Budi Cilok, Iwan Fals Banget
­
image

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meski mengaku tidak akan membuntut corak musikal Iwal Fals, akhirnya toh Budi Cilok, debutan yang merilis album Sewajarnya di Jakarta, Kamis (29/8) petang, tidak dapat mengingkari Iwan Fals-lah patronnya selama ini.

Dalam rilis album di bawah label Aura Enterprise yang merangkum sembilan lagu, dan dibarengi dengn konser mini di Rolling Stones Cafe, timbre (warna suara) hingga musik balada yang disajikan debutan bernama asli Budi Mulyono (35) itu, nyaris menjadi impresonator atau peniru Iwan Fals dari segi musikalitas.

Bahkan ketika single andalan "Sepertiga Malam," dibawakan, sekilas publik pasti akan mengira nomor itu ditembangkan Iwan Fals. Saking miripnya warna suara Budi dengan Iwan, Iwan Fals yang menyempatkan hadir dalam rilis album itu, bahkan tak dapat menahan goyangan dari bujuk rayu lagu-lagu yang dibawakan Budi Cilok.

Pada awalnya, Iwan yang tampak kalem, menjaga citra dan penuh aura santunitas itu, hanya duduk dibangku berbaur dengan undangan lainnya. Pada lagu pembuka hingga lagu
kedelapan, yang dibawakan Budi Cilok, Iwan hanya mengikuti beat lagu dengan mengetuk-ngetukkan tangannya di meja tempat duduknya.

Tapi ketika Budi Cilok membawakan lagu "Jangan Marah" yang berirama Reggea, dia mulai berdiri dan berjoget. Tak ayal jika undangan lainnya sejenak mengalihkan pandangannya ke arah Iwan Fals yang sedang asyik berjoget.

Tak puas hanya bergoyang begitu, pada lagu "Pasukan Semut" yang masih dibawakan Budi, Iwan tiba-tiba naik ke kursi yang didudukinya, lagi-lagi sambil berjoget. Maka bersorak sorailah undangan yang memadati tempat acara sambil menimpali, "Ayo bang..tarik terus...".

Iwan Fals, memang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. ketika Budi mengakhiri penampilannya, dan penonton mulai menyeru-nyeru nama besarnya,"Iwan! Iwan! Iwan!." Seketika, dari atas panggung DAN Band sebagai pengiring Budi Cilok, melantunkan intro lagu legendaris,"Bento," milik band Swami, yang serta serta merta membuat Iwan Fals melompat dari tempat duduknya, langsung naik ke atas panggung.

Dari situ, keriaan menemui puncaknya, ketika si raja musik balada itu berduet dengan penyanyi debutan, yang berniat membuntut kesuksesanya. Sampai-sampai, di akhir lagu, "Bento" itu, Iwan sempat berucap,"Semoga Budi Cilok menjadi Bento masa depan .... ".
 
Di bawah panggung, Iwan Fals mengaku bangga, karena salah satu penggemarnya sudah berhasil menelorkan album. "Ya saya senang, ngasih suport ke Budi, pasti. Ternyata dia serius menjadi musisi," katanya. Meski mengakui juga, timbre Budi mirip dengan timbrenya, Iwan yakin, karakter Budi berbeda dengan dirinya, "Karena dia punya pengalaman hidup sendiri, demikian halnya dengan saya. Hasilnya nanti akan beda," ujar Iwan.

Album Sewajarnya tercatat dimatangkan oleh empat musisi senior, yaitu Heirre Buchaery, Sonata, Deni Kurniawan dan Edi Daromi. Di tangan mereka itulah, sembilan lagu di album ini, dimatangkan dalam rupa-rupa genre: dari genre pop, balada, hingga speed metal.

Menurut Ainul Hidayat, eksekutif produser album ini, "Ada beberapa lagu di album ini yang sengaja dimatangkan untuk keperluan pemanggungan," katanya merujuk pada single berjudul "Pergerakan." Bahkan beberapa lainnya sengaja diciptakan untuk nuansa sederhana, dengan hanya iringan gitar bolong. Seperti pada single "Sewajarnya."

Bens Leo, selaku pemerhati musik, menyambut baik hadirnya album yang secara umum bergenre ballad rock itu. Dengan narasi lirik, mengingatkan pada lirik lagu Iwan Fals dan God Bless. Budi Cilok sebelumnya dikenal sebagai musisi jalanan. Meski tak secara resmi bergabung dalam Kelompok Penyanyi Jalanan-nya Anto Baret yang bermarkas di Warung Apresiasi Bulungan Jakarta, tapi dia kenal sebagai salah satu inisiator berdirinya Orang Indonesia (Oi) di Bandung. Oi adalah organisasi pencinta Iwan Fals yang sangat mengakar di Indonesia.

(Benny Benke/CN38)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
20 April 2014 | 18:41 wib
Dibaca: 277
image
20 April 2014 | 18:26 wib
Dibaca: 244
image
20 April 2014 | 18:25 wib
Dibaca: 231
image
image
20 April 2014 | 18:16 wib
Dibaca: 121
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER