panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Mei 2013 | 19:17 wib
Festival Film Solo 2013
Dari Purbalingga Untuk Indonesia
­
image

SOLO, suaramerdeka.com - Beberapa tahun terakhir, film-film pendek karya siswa SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga, mencuri perhatian publik penonton. Film-film mereka begitu sederhana, bercerita tentang kehidupan sehari-hari di lingkungannya, tanpa terjebak pada gaya dan bungkus semata.

Dimulai dengan Baju Buat Kakek (2009) yang disutradarai oleh Misyatun, dan Sang Patriot (2009) yang disutradarai oleh Darti, dinilai makin matang kualitasnya. Paling tidak demikian dikatakan Bayu Bergas, direktur program FFS 2013 di Solo, Kamis (2/5).

Film Pigura (Darti & Yasin Hidayat) yang diproduksi tahun 2010 misalnya, masih mampu memukau penonton di Festival Film Solo 2011. Dewan Juri Gayaman waktu itu, yang terdiri dari Veronika Kusumaryati, Ajish Dibyo dan Arfan Adhi Perdana mengganjar film berdurasi 24 menit itu dengan Keris Pusaka Gayaman sebagai Pemenang Gayaman Award 2011.

Tak berhenti di tahun 2011, film-film dari siswa-siswa Karangmoncol ini juga hadir kembali pada Kompetisi Gayaman Festival Film Solo 2012.

Prestasi di luar sekolah ini juga diimbangi dengan pencapaian yang berimbas pada sekolah mereka, SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol pada awalnya hanya berisi 39 siswa. Namun dengan memutar film-film siswanya ini secara keliling dari dusun ke dusun di sekitar kaki Gunung Slamet, ternyata mampu memancing kesadaran masyarakat sekitar untuk mengikhlaskan anaknya bersekolah.

Karya-karya siswa ini membuka mata bahwa keterpencilan dan keterbatasan akses sumberdaya tidak serta-merta membatasi untuk berkarya dan berprestasi.

Satu Atap adalah sebutan yang dilekatkan pada sekolah yang berada pada wilayah terluar, terpencil, terpencar, terisolir pada wilayah Indonesia. Satu Atap dibuat untuk mewadahi siswa SD yang hendak meneruskan ke jenjang SLTP di daerah luar.

Film-film pendek yang diproduksi oleh siswa-siswa SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol tidak bisa dilepaskan dari peran Aris Prasetyo, seorang guru wiyatabakti di sekolah tersebut. Ia menjadi mentor, sekaligus sebagai teman bagi siswa-siswanya. Setahun setelah Aris mulai mengajar di sekolah itulah, maka film-film pendek mulai diproduksi oleh siswa-siswanya.

Berkenaan dengan prestasi itulah, Festival Film Solo 2013 akan memutar enam film pendek karya siswa SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, dan mempertemukan publik penonton dengan Aris Prasetyo secara leluasa. Untuk mengetahui landas pijak dan metode yang dikembangkannya dalam berinteraksi dengan siswa-siswa untuk berkarya.

Aris kelahiran Purbalingga, 4 Juli 1979, lulus dari Jurusan Seni Rupa Murni, Minat Utama Seni Grafis pada Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2006. Ijasah Akta IV ia peroleh dari Universitas Tidar Magelang tahun 2008. Di tahun yang sama ia mulai mengampu sebagai Guru Pengabdian di SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga.

Di Teater Besar, ISI pada Sabtu, (4/5) mendatang, sejumlah film anak didiknya, yaitu Baju Buat Kakek, arahan Misyatun, Sang Patriot garapan Darti, Pigura (Darti & Yasin), Langka Receh (Miftakhatun & Eka Susilawati), Oleh-Oleh Jakarta (Yasin Hidayat), Hanacaraka (Yasin Hidayat), akan berikhtiar memukau Indonesia.

(Benny Benke/CN38)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 22:52 wib
Dibaca: 7609
image
05 September 2014 | 22:46 wib
Dibaca: 7382
image
05 September 2014 | 22:43 wib
Dibaca: 7107
image
05 September 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 6948
image
05 September 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 6958
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER