
SEMARANG, suaramerdeka.com - Setelah tampil bulan lalu, Superman is Dead (SID) kembali menyapa penggemarnya di Semarang. Sambil memainkan lagu-lagu lamanya, trio punk rock asal Bali ini sekaligus memberikan pemanasan untuk album terbarunya yang akan dirilis dalam dekat.
Kedekatannya dengan Outsider & Lady Rose (sebutan penggemar SID), begitu kentara saat tampil di Semarang Music Fest, Lapangan Tri Lomba Juang, Sabtu (7/7) malam. Jerinx (drum), kerap menyapa penggemarnya yang menonton langsung hingga yang mention di Twitter pribadinya.
"Tadi saya melihat dari twitter, ada yang dibungkuskan makanan oleh ibunya untuk bekal menonton konser kami. Itu membuat saya terharu dan membuat iri dengan kalian," ujar Jerinx yang juga membintangi film layar lebar, Rumah di Seribu Ombak.
Pesan-pesan positif juga kerap dia lontarkan bersama Eka Rock (bas) dan Bobby Kool (vokal, gitar), mulai dari menjaga kebersamaan dalam perbedaan hingga mencintai lingkungan.
Kecintaan terhadap kota kelahirannya membuat mereka ingin turut memberikan kontribusi terhadap lingkungan. "Lagu ini didedikasikan kepada tempat kelahiran kami," seru Bobby membuka lagu "Kuta Rock City".
Berturut-turut membawakan lagu-lagunya dari album The Hangover Decade (2005), Black Market Love (2006), Angel & The Outsiders (2009), dan salah satu single "Aku Anak Indonesia" gubahan AT Mahmud. "Kami berharap anak-anak bisa bernyanyi lagi, bukan menyanyikan lagu dewasa," ujar Bobby. Dilanjutkan dengan "Saint of My Life", "Menuju Temaram", "Jadilah Legenda" serta "Lady Rose".
Beberapa waktu lalu, SID merilis piringan hitam yang diproduksi terbatas sebanyak 1000 keping berisikan lagu-lagu terbaiknya dari 1997-2009 sebanyak 8 track. Setelah itu, mereka akan segera merilis album terbarunya tahun ini yang bertema tentang cinta dan perjuangan.
"Kami secara intensif sedang melakukan rekaman untuk album terbaru. Doakan semoga berlangsung lancar," harap Bobby. Setelah 12 lagu digeber, SID menyelesaikan set-nya dengan lagu "Jika Kita Bersama" yang menyerukan menghormati keberagaman dalam kehidupan berbangsa. Dalam konser tersebut, turut tampil band lokal Radical Corps, Morbiddust dan Rastaline.
(Garna Raditya/CN15)