
Gelaran "Urban Jazz" di Grand Ballroom Hotel Gumaya, Semarang (suaramerdeka.com/Fahmi Maulana)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Keberadaan pagelaran Urban Jazz di Semarang untuk kali kedua ini setidaknya mengukuhkan kota Lumpia mendapat pengakuan peminat terbanyak di antara kota besar lainnya di Indonesia.
Hal itu diakui musisi legendaris Indra Lesmana yang ditemui jumpa pers seusai acara "Magnum filter Urban Jazz Cross Over" di Ballroom Hotel Gumaya Tower Semarang, Sabtu (30/6).
Indra Lesmana yang tampil memukau dengan dentingan pianonya mengiringi penampilan Andien yang tengah mendendangkan lagu "Dan" milik Sheila On 7 dipadupadankan betotan bass dari Barry Likumahua, via aransemen Vicky Sianipar. Koor bersama pun tercipta, menggema di ballroom saat piranti musik di panggung hening sesaat.
Eksotisnya lagi, tak hanya memainkan tuts piano, tapi juga alat sederhana pianika, Indra sajikan di Urban Jazz malam itu. Yakni pada arahan lagu "Soldier of Fortune" milik Deep Purple yang didendangkan Rieka Ruslan.
"Sebenarnya di Semarang, jazz-nya termasuk yang terbesar di Indonesia. Bahkan musisinya pun terbilang banyak. Tapi maaf saya sudah jarang ke sini (Semarang), dan sampailah di sini saat ini ," ungkap Indra di sela-sela atraksinya di panggung.
"Setau saya dulu Ayah Barry Likumahua sering terbang ke Semarang karena ada big band (Jazz) besar ya. Tapi entah sekarang masih eksis atau tidak," imbuhnya.
Malam itu Urban Jazz berhasil disajikan masih dengan konsep yang sama lintas genre. Jika sebelumnya penonton menikmati genre dangdut, maka tahun ini genre keroncong khas dari Intan Soekotjo, putri penyanyi keroncong legendaris, mewarnai balutan Jazz.
(aztrikov/CN15)