panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Juni 2012 | 09:04 wib
Dorodjatun dan Masa Depan Indonesia
­
image

INDONESIA adalah tamsil kenegaraan. Membaca Indonesia adalah membaca pemerintah. Sedang Indonesia ibarat manusia yang berkembang dari usia muda, dewasa, hingga tua. Saat ini Indonesia berada dalam usia dewasa. Beragam kemungkinan menunggu di masa depan. Entah kelak menjadi negara kuat dan besar atau masih dalam failing state (negara tidak berhasil) atau bahkan tersentak dalam failed state (negara gagal).

Buku karya Dorodjatun Kuntjoro Jakti ini adalah ikhtiar menerawang Indonesia pada dasawarsa ketiga abad ke 21. "Menerawang Indonesia" juga menjadi sebuah upaya untuk melihat dan memprediksi gambaran NKRI pada 2030.

Jamak diketahui, Indonesia berjimbun sejarah, mulai dari kekelaman, kealpaan, kegelapan, hingga membentuk sebuah harapan. Guru besar ekonomi Universitas Indonesia itu, menggambar Indonesia dalam big history. Sebuah negara hasil interaksi bermacam unsur tematis dalam kehidupan bangsa Indonesia sejak tahun 1945. Semua bidang mewujud dalam satu paket kenegaraan, baik ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, dan militer.

Dorodjatun menerawang Indonesia tahun 2030. Dia bukan ahli perdukunan karena itu dia tidak sembarang memprediksi wujud Indonesia 20 tahun mendatang. Menko Perekonomian pada masa Presiden Megawati itu menerawang Indonesia dengan pendekatan sejarah dan futurolog untuk memungkinkan analisis yang berjangka sangat panjang dengan tujuan mengungkapkan keberadaan tema-tema besar dalam perjalanan sejarah NKRI ke depan.

Dalam buku ini, dia menggunakan analisis perkembangan global yang berkaitan dengan dinamika geostrategik-geopolitik serta geokonomi sebagai studi masalah strategis nasional yang tak terpisahkan dari pengaruh global.

Sayangkan Indonesia
Dorodjatun memilih tahun 2030 karena tahun tersebut adalah tahun titik tolak penerawangan terkait dengan problem demografi.

Realitanya, saat ini Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Di sisi lain, menurut proyeksi lembaga kependudukan dunia, penduduk bumi akan berhenti tumbuh di sekitar 2050 pada jumlah total mencapai 9,15 milyar jiwa.

Indonesia akan tetap berlangsung dalam periode demographic bonus hingga tahun 2040. Periode ini merupakan jendela peluang di mana tingkat ketergantungan di Indonesia berada pada posisi terendah. Di satu sisi, dalam konteks demikian, Dorodjatun sangat menyayangkan Indonesia yang tak kunjung memiliki sistem perekonomian yang cocok. Pelbagai sistem telah dipakai namun tak ada yang berhasil. Indonesia gamang menentukan komposisi yang pas antara peranan pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan perekonomian negara.

Telaah mendalam buku ini bermula dari sisi geostrategi yang mengarah ke geopolitik dan kemudian pada ranah geoekonomi sebagai proyeksi dalam segala tatanan kehidupan negara-bangsa. Perumusan geostrategi itu tidak bisa dianggap remeh dalam menuju negara-bangsa yang kuat.

Sebagai pakar dalam demografi ekonomi, Dorodjatun melihat bahwa Indonesia hingga kini tak mampu mengambil manfaat akan luasnya wilayah NKRI yang membentang seluas Eropa Barat dan memiliki tempat strategis bagi transportasi laut. Sumber daya alam Indonesia sangat melimpah. Endapan gas alam dan minyak bumi, serta batu bara, begitu berlimpah di republik ini.

Di Papua dan beberapa pulau tertentu di Sulawesi dan NTB juga terdapat endapan mineral yang dapat ditambang untuk puluhan tahun ke depan. Maka, jika kondisi ini tetap bertahan, minimal hingga tahun 2020, Indonesia bakal masuk dalam kategori negara yang tidak berhasil (failing state). Kondisi kelam ini juga disebabkan oleh perjalanan Indonesia yang mulai sejak merdeka penuh dengan bias penjarahan kekayaan alam. Hal ini harus segera dituntaskan. Jika tidak, republik ini terancam menjadi negara gagal (failed state).

Buku ini mengandung pesan agung untuk Indonesia. Meski buku ini kecil secara fisik tapi substansinya adalah perwujudan masa depan Indonesia. Buku ini paling tidak menjadi ikhtiar kekinian dalam memposisikan Indonesia, apakah Indonesia akan menjadi raksasa ASEAN yang tidak berdaya atau menjadi pusat kebangkitan masyarakat ASEAN. 

============================
Judul : Menerawang Indonesia pada Dasawarsa Ketiga Abad 21
Penulis : Dorodjatun Kuntjoro Jakti
Penerbit : Pustaka Alvabet
Cetakan : I, April 2012
Tebal : 270 halaman

(Wildani Hefni -92/CN15)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
27 Juli 2014 | 20:28 wib
Dibaca: 188
27 Juli 2014 | 20:26 wib
Dibaca: 154
27 Juli 2014 | 20:24 wib
Dibaca: 174
image
27 Juli 2014 | 20:12 wib
Dibaca: 162
image
27 Juli 2014 | 20:03 wib
Dibaca: 191
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER