
BEVERLY HILLS, suaramerdeka.com - Kematian Whitney Elizabeth Houston menimbulkan keguncangan bagi insan musik di AS juga dunia. Meski sebagaimana rilis resmi Kepolisian Beverly Hills, Los Angeles, seperti dilansir Reuters, Minggu (12/2), kematian diva kelahiran 9 Agustus 1963 itu masih dalam proses penyelidikan. Bahkan sang diva diakui sebagai harta karun dunia, apa pasal?
Sebagai penyanyi, aktris, produser, dan model yang telah mendunia, diva yang pada 2009 oleh Guinness World Records ditetapkan sebagai artis perempuan paling banyak mendapat penghargaan sepanjang masa itu, wafat pada usia 48 tahun. Tercatat dua Emmy Awards, enam Grammy Awards, 30 Billboard Music Awards, 22 American Music Awards, dan berbagai awards lainnya dari berbagai penghargaan telah diterimanya.
Houston juga menempatkan namanya sebagai artis yang paling banyak menjual album rekaman. Sebanyak lebih dari 170 juta kopi album, singgel dan video telah dijualnya di seluruh dunia. Kematian artis yang kali pertama ditemukan label rekaman Arista Records dan ditempa produser terkemuka, Clive Davis itu, langsung menimbulkan reaksi yang nyaris senada bagi pelaku industri musik dunia, kaget.
Toni Bennet bahkan mengatakan Houston adalah artis bersuara terindah yang pernah didengarnya. Smoky Robinson lebih jauh lagi mengatakan, "Houston adalah anugerah terbesar untuk dunia," katanya kepada CNN. Juga nyaris senada diutarakan Simon Cowell, dan Mariah Carey.
Di jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, Myspace dan lainnya, kematian mantan istri Bobby Brown itu pada Minggu kemarin langsung menjadi trending topic atau isu terpanas.
Bahkan berbagai stasiun radio berlomba-lomba memutar ulang lagu-lagi Houston. Idem ditto dengan materi tayangan berbagai stasiun TV yang berlomba-lomba menayangkan riwayat sang Idola. Yang sempat mengukuhkan namanya dalam dunia layar lebar via film Bodyguard beradu akting dengan Kevin Costner, dan melejitkan singgel legendaris "I Will Always Love You."
Singkat kata, Houston yang telah merilis tujuh studio albums dan tiga soundtrack albums untuk layar lebar, dan telah menghasilkan diamond, multi-platinum, platinum serta gold sertifikat, kepergiannya menimbulkan ketercengangan yang mendalam.
Hal itu beralasan, sebab catatan prestasi Houston sangat tidak terbantahkan. Seperti menempatkan namanya sebagai satu-satunya artis yang menempatkan tujuh singgelnya pada tangga lagu nomor satu di No. 1 Billboard Hot 100 hits. Untuk singgel "Saving All My Love for You", "How Will I Know", "Greatest Love of All", "I Wanna Dance with Somebody (Who Loves Me)", "Didn't We Almost Have It All", "So Emotional" dan "Where Do Broken Hearts Go".
Top pop album
Dia juga sekaligus artis kedua di bawah nama Elton John dan satu-satunya artis perempuan yang menempatkan dua nomor di posisi puncak Top Billboard 200 Album awards, atau biasa dikenal sebagai "Top Pop Album".
Tengoklah ke belakang album debutnya yang dirilis pada 1985 menjadi best-selling debut album. Bahkan oleh majalah Rolling Stone dinobatkan sebagai best album pada 1986, serta ditempakan dalam nomor 254 oleh majalah itu, dalam daftar 500 Greatest Albums of All Time.
Bagaimana dengan album berikutnya? Sukses semua. Sehingga ketika kabar kematiannya menggema seantero jagat raya, reaksi kedukaan langsung menyeruak dari insan musik. "Memang seperti pencuri kematian yang menyapa Houston," kata Smoky Robinson. Bagi Lionel Richie kepergian Houston adalah tragedi, "Setelah MJ (Michael Jackson) kini, Whitney," katanya.
Selebritas lainnya juga tak ketinggalan menyatakan kedukaannya dengan mengeluarkan pernyataan resminya. Dolly Parton, yang lagunya "I Will Always Love You" dibawakan ulang Houston dan meraih kesuksesan besar mengatakan, "Saya akan senantiasa bersyukur sekaligus berterima kasih dan berutang budi kepada Houston atas semua jerih yang telah dialakukan pada singgel itu, sehingga memanjangkan usia singgel tersebut."
Dia menambahkan, singgel yang dia nyanyikan dari dalam hati menjadi lebih hidup. "Saya juga ingin mengatakan dari dasar hati terdalam, 'Whitney, I will always love you. Kau akan senantiasa dirindukan.'"
Aretha Franklin yang dikenal sebagai godmother-nya Houston berujar, "(Kematian) ini mengagetkan dan sulit dipercaya. Sampai sekarang saya bahkan nggak percaya membaca berita kematiannya di running text yang berjalan di layar TV."
Bagaimana dengan mantan suami Houston, Bobby Brown, yang dilaporkan, histeris dan menangis tak karuan seperti bayi, begitu mendengar kabar orang yang sangat dicintainya itu? Meski dia tidak membatalkan jadwal konsernya begitu mendengar warta kematian mantan istrinya. Para penonton konsernya di Mississippi bersaksi, jika Brown mengirim ciuman ke langit sembari berlinangan air mata, sambil berucap, "I love you, Whitney."
Demikian juga Ken Erhlich, selaku produser eksekutif dari gelaram Grammy Awards ke-54 mengumumkan jika penyanyi Jennifer Hudson dan Chaka Khan akan menyanyikan lagu persembahan atau tribute to Houston pada malam puncak Grammy pada 12 Februari malam kemarin, waktu AS.
"Panitia penyelenggara yakin Hudson -aktris pemenang Academy Award dan Grammy Award- dapat memberikan pertunjukan sebagai bentuk penghormatan kepada musikal kepada mendiang Houston," kata Erlinch. "Masih segar dalam ingatan kita semua, betapa sangat luar biasanya sumbangsih Whitney dalam dunia musik, khususnya di ajang Grammy."
Demikianlah kemasyuran Houston yang meninggalkan nama yang tak lekang. Dengan warna vokal mezzo-soprano. Jenis vokalnya yang sangat dahsyat itu, membuat jenis suaranya oleh MTV diletakkan pada nomor urut ketiga dalam daftar 22 penyanyi bersuara emas, atau Greatest Voices. Serta nomor enam dalam daftar Online Magazine COVE yang memasukkannya dalam 100 Best Pop Vocalists, dengan nilai 48.5/50.
Majalah Rolling Stone juga menempatkannya pada nomor 34 sebagai the 100 greatest singers of all time, sembari menyebut "warna vokalnya, Dahsyat, dan menyebabkan tangis bagi yang menyimaknya."
Sementara itu, jenazah Houston masih dalam penyelidikan pihak berwajib. "Tapi sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan kejahatan," kata jubir Kepolisian Beverly Hills. Yang pasti diumumkan secara resmi pula, Houston ditemukan telah wafat di lantai 4 Baverly Hilton Hotel, Los Angeles pada 11 Februari 2012.
(Benny Benke/CN15)