panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Januari 2012 | 11:02 wib
Film The Mirror Never Lies
Membaca Tradisi
­
image

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagaimana penulis lakon terkenal Menunggu Godot, Samuel Beckett, dalam film The Mirror Never Lies mempunyai kemiripan tema cerita yang nyaris sama. Jika dalam film Mirror tersebut baru saja menempatkan nama Gita Novalista atau Kamila Andin dalam kategori pendatang baru terbaik atau Best Newcomer dalam ajang The Asian Film Awards 2012, menempatkan dua tokoh utamanya sebagai tema pokok cerita, demikian halnya dengan Menunggu Godot.

Dalam The Mirror Never Lies, tokoh ibu dan anak, yaitu Pakis (Gita Nova Lista) dan ibunya, Tayung (Atiqah Hasiholan) berbaku argumentasi sekaligus keyakinan tentang kepergian, sekaligus bakal kedatangan sosok ayah dan suami, yang hilang di laut. Dalam Menunggu Godot tokoh Vladimir dan Estragon, juga berbaku argumentasi tentang kedatangan seseorang bernama Godot. Keduanya menemui kesimpulan yang sama, kesia-siaan adalah jawabnya.

Tapi dalam Mirror, proses menunggu ayah yang diharapkan anaknya, dibarengi dengan prosesi perlawanan yang laras dengan kebudayaan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang sohor dengan keindahan terumbu karangnya. Di mana Wakatobi adalah satu dari "The Coral Triangle" yang menjadi rumah bagi 750 spesies karang dari total 850 spesies di dunia. Dan sangat dipercaya spesies kehidupan laut di Wakatobi yang terkaya di dunia.

Persoalan perseteruan ibu dan anak di tengah kekayaan, dan sekaligus keindahan Wakatobi itulah yang diangkat Kamila, dalam sebuah cerita dan penyutradaraan yang apik. Silang soal antara tokoh anak perempuan suku Bajo, dan ibunya, setelah kehilangan sosok ayah dan suami itulah yang sekaligus menjadi medium penyatu film Mirror itu

Pakis yang bersikukuh akan menunggu sampai nanti, kehadiran ayahnya, melakukan perlawanan dengan cara menggunakan cermin. Dilawan Tayung dengan cara tradisi pula dengan mengenakan bedak putih di mukanya.

"Perseteruan" antara Pakis yang utopis, dan Tayung yang realistis inilah, yang menjadi menu utama film Mirror itu. Sebagaimana pernah dikatakan Garin Nugroho sebagai produser film ini bersama Nadine Chandrawinata dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, organisasi konservasi World Wide Fund for Nature Indonesia (WWF-Indonesia) serta rumah produksi SEt Karya Film, film Mirror bukan film dokumenter. Melainkan film drama keluarga dan dibungkus dalam pendekatan khas Garin, yaitu metafora demi menarik kecintaan publik atas kehidupan laut Indonesia.

Sebagaimana konsekwensi metafora, maka banyak ditemui perlambang di film ini. Dan sebagaimana ayahnya, Andini pun tampaknya mengambil jenis bertutur yang tidak jauh berbeda dengan ayahnya, Garin. Maka, menyaksikan Mirror yang juga didukung sejumlah pelakon lainnya yakni Reza Rahadian, Eko, Zainal, Halwiyah, dan Darsono, yang membaca puisi liris. Hanya bedanya, puisi Andini cenderung lebih mudah dipahami, dibanding puisi bapaknya, di awal film-film terdahulunya.

Buktinya, film yang sepenceritaan sutradaranya melewati proses selama tiga tahun itu, mendapatkan penghargaan dari berbagai festival film. Dari Festival Film Indonesia 2011 sebagai Sutradara Muda Berbakat, Honorable Mention dari Global Film Initiative 2011, Bright Young Talent Award di Mumbai Film Festival 2011, dan yang terkini di ajang Best Newcomer dalam ajang The Asian Film Awards 2012. Bukan tidak mungkin, karena film ini juga dikelilingkan di berbagai festival film berwibawa lainnya yang ada di dunia, kemungkinan untuk menggondol penghargaan lainnya tetap terbuka.

Meski berhasil melambungkan filmnya, sayangnya Andini hanya mampu mengantarkan dan menempatkan Atiqah Hasiholan sebagai nominator Aktris Wanita Terbaik dalam FFI 2011.

(Benny Benke/CN15)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
31 Agustus 2014 | 02:36 wib
Dibaca: 409
image
31 Agustus 2014 | 00:26 wib
Dibaca: 382
image
30 Agustus 2014 | 17:16 wib
Dibaca: 526
image
30 Agustus 2014 | 15:57 wib
Dibaca: 443
image
27 Agustus 2014 | 15:04 wib
Dibaca: 1134
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER