
Rich Band, dan Giring Nidji (SM CyberNews/Benny Benke)
Suara Merdeka CyberNews. Rich band tidak akan pernah menyangka jika Hanung Bramantyo, sutradara film Sang Pencerah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk membaca dan membawa ulang lagu "Ilir-Ilir" untuk menjadi salah satu pengisi lagu film biopic itu. Yang menurut Gibran (kibor), Vikrie (drum), Ferdi (gitar), Yogi (Bass), Untung (gitar), dan Reza (vokal) proses pembuatan salah satu soundtrack itu sangat cepat.
Meskipun berbarengan dengan peluncuran Novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral, 4 Juli lalu, singgel "Ilir Ilir", yang dipopulerkan Sunan Kali Jaga itu, diaransemen ulang Rich dengan nuansa kekinian. Yang membuat Hanung memberikan kredit positif kepada mereka. Meski sebenarnya aliran musik grup band yang tengah bersiap merilis album utuh itu adalah Brith Pop.
Lewat singgel "ILir-Ilir", grup band yang bernaung dibawah label Royal Prima Musikindo (RPM) itu berharap dapat menstimulasi mereka untuk segera merilis album anyar. Selain Rich, Nidji juga menyumbang singgel "Tuhan Yang Maha Cinta" dalam film ini. Jadi, selain ikut bermain sebagai salah satu murid setia Ahmad Dahlan, Giring juga menyumbangkan kemampuan vokal dan musikalitasnya di film Sang Pencerah.
Menurut Giring, sebagaimana teman-temannya yang bergabung di Rich, adalah sebuah pencapaian tersendiri jika sebuah lagu dari sebuah grup band dimasukkan menjadi sebuah soundtrack pada sebuah film. Apalagi, katanya di Jakarta seusai preview film produksi MVP Picture itu, film Sang Pencerah bercerita tentang salah satu perjalanan hidup salah satu guru bangsa dalam mendirikan sebuah persyarikatan, yang bertujuan memajukan umat, bangsa, dan negara.
(Benny Benke/CN15)