
Komik The 99
SEBERAPA istimewanya sebuah komik sehingga mampu membuat presiden Barrack Husein Obama memberikan kredit positif. Demikianlah yang terjadi dengan komik The 99, yang saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat di Amerika Serikat. Yang membuat kreatornya, Dr. Naif Al-Mutawa mendapat ucapan selamat dari Obama karena kandungan pesan yang disampaikannya di komik superhero itu.
Obama memberikan kata salutnya ketika memberikan pidato di Presidential Summit on Entrepreneurship yang digelar di Washington, pada bulan lalu. Menurut presiden AS itu, komik The 99 yang beranjak dari kisah 99 nama Allah SWT atau Asmaul Husna, memberikan pesan jelas terhadap arti penting sebuah kata toleransi kepada generasi muda.
Hal itu, tentu disambut gembira oleh Dr. Naif Al-Mutawa, yang juga hadir dalam acara itu. Sehingga, sebagaimana niatnya dari awal membuat karya fiksi itu, komik The 99 diharapkan dapat mengubur kesan negatif terhadap dunia Islam yang selama ini bagi dunia Barat, dipandang sangat stereotype dekat dengan aksi kekerasan, dan terorisme. Bukan hanya pesannya saja yang mendapat sanjungan Obama, bentuk fisik gambar atau kualitasnya dinilai juga tidak kalah dengan komik-komik produksi Marvel Publishing Inc.
Hal itu menjadi maklum, karena Teshkeel Media Group, yang berbasis di Kuwait, dan memproduksi The 99 telah bekerja sama dengan Marvel Comics sejak tahun 2005. Teshkeel inilah yang memproduksi komik-komik di Timur Tengah dan Afrika Utara yang notabene menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa kesehariannya.
Filosofis
Tercatat, sebelum melahirkan The 99, Teshkeel telah menerbitkan komik The Spectacular Spider-Man, dengan subtitle berbahasa Arab pada 16 Maret 2006. Sebelum pada akhirnya merilis komik produksinya sendiri, yang akhirnya mulai sohor di AS, yaitu The 99. Penggarapan The 99, sebagaimana dikatakan Dr. Naif Al-Mutawa, pioner dan C.E.O. Teshkeel Media Group melibatkan seniman senior jebolan Marvel dan DC Comics. Seperti Fabian Nicieza, Stuart Moore, June Brigman, Dan Panosian, John McCrea, Ron Wagner, Sean Parsons dan Monica Kubina.
Nah, pesan moral dari 99 nama Allah SWT yang sarat kandungan filosofis, dan moral itulah yang diceritakan di komik The 99 itu. Komik ini, sejak diedarkan kali pertama pada Mei 2006 di Timur Tengah langsung mendapat sambutan hangat. Sedangkan mulai masuk ke AS pada Agustus 2007. Sedangkan dalam, edisi bahasa Indonesianya masuk beberapa tahun kemudian.
Kekuatan karakter para anggota The 99 inilah yang diklaim membuatnya bisa diterima semua kalangan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya, dan agama. Dimana para anggota The 99 adalah masyarakat yang tersebar dari segala penjuru dunia, yang memiliki satu dari 99 Batu Bercahaya atau 99 magical Noor Stones (Ahjar Al Noor, Stones of Light) yang membawa kekuatannya sendiri-sendiri.
Intinya, setiap anggota The 99 mempunyai misi mempromosikan nilai-nilai moral seperti kerjasama melalui dunia Islam. Meski sejatinya, kisah komik ini tidak melulu bertutur tentang makna religiositas. Melainkan juga, mengkomunikasikan nilai-nilai Islami dalam keuniversalitasan peradaban dunia.
Para anggota The 99 yang sudah terekspos diantaranya adalah Jabbar, The Powerful; Noora, The Light; Darr, The Afflicter; Jami, The Assembler; Widad, The Loving; Fattah, The Opener; Mumita, The Destroyer; Raqib, The Watcher; Bari, The Healer; Sami, The Listener; Musawwira, The Organiser; Hadya, The Guide; Rafie,The Lifter; Baqi, The Everlasting; Baeth, The Sender: Jaleel, The Majestic.
(Benny Benke/CN15)