
Ridho Roma dan Roma Irama (CyberNews/Benny Benke)
Suara Merdeka CyberNews. Chew Han Tah, sutradara dari Malaysia yang menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas proses kreatif pembuatan video klip "Azzah", milik Roma Irama mengklaim jika klip besutannya akan menjadi sebuah kaya kreatif yang sangat membanggakan.
Menurut dia, bukan semata digunakannya setting patung Spink dan Piramid di Mesir yang akan menjadi faktor pengindah karyanya. "Tapi singgel "Azzah" sendiri merupakan sebuah lagu yang sangat bagus hasil kreasi daripada seorang seniman yang sangat melegenda juga di Malaysia," katanya ketika rilis ''Azzah'' di Jakarta kepada wartawan CyberNews.
Selebihnya, Han Tah yang dibayar tidak murah oleh Label Falcon yang menaungi singgel "Azzah" dan singgel "Dawai Asmara" yang dinyanyikan Ridho Roma, bersama tim kreatif dari Mesir dan Indonesia merasa bangga telah bekerja bareng Roma. Hal yang sama dikemukakan Darwis Triadi, salah satu photograper terkemuka Indonesia yang dilibatkan sebagai stillphoto proses pembuatan klip itu.
Termahal
Menurut dia, selain sifat kooperatifnya, sosok raja dangdut itu dinilainya sangat membumi. "Selama tiga hari di Mesir, pak haji bekerja dengan baik sama saya," katanya. Hal senada diutarakan HB Naven pemilik label Falcon yang menanggung semua biaya kreatif klip itu. Buat dia, biaya yang sangt besar itu, meski enggan menyebutkan bilangan pastinya, tetaplah belum sebanding dengan nama besar seorang legenda hidup musik dangdut sekelas Roma Irama.
Atas alasan itulah, sebagaimana dia telah memperlakukan dengan luar biasa mendiang Mbah Surip, Ridho Roma, band Black out hingga Trio Macan yang telah dibuatkannya video klip dengan bujet tinggi, sosok Roma tetaplah pengecualian. Atas alasan itulah, bersama provider Telkomsel yang konon mempunyai pelanggan hingga 88 juta pengguna di Indonesia, dia menggratiskan singgel "Azzah" .
Singgel yang menurut dia sangat cocok untuk meyambut bulan suci ramadhan itu, selain indah secara musikalitas, juga indah secara klip. Apakah dengan menjual klip, dapat meningkatkan penjualan NSP atau RBT-nya? "Tidak ada jaminan," kata Naven. Tapi paling tidak imbuh dia, dapat merangsang secara estetis dalam hal publikasi yang diharapkannya dapat mendongkrak penjulan non fisiknya.
Roma sendiri yang mengaku sebenarnya enggan lagi terjun ke industri musik, karena maraknya pembajakan, berharap kemunculannya setelah 10 tahun tidak merilis singgel baru apalagi album penuh, dapat memberikan sesuatu kepada publik. "Karena ini dangdut baru, dengan porsi perkusi yang lebih banyak, dan nuansa musik Mesir yang pas," katanya.
(Benny Benke/CN15)