
Suara Merdeka CyberNews. Keintiman persahabatan antara penyanyi jazz asal Bandung Dira J. Sugandi dan Jean-Paul "Bluey" Maunick, dedengkot grup Incognito akhirnya "melahirkan" album rekaman bagi Dira. Album perdana Dira pun telah dirilis bulan Maret ini ke pasar dunia yang berjudul Something About A Girl.
Dira J. Sugandi penyanyi yang sedang naik daun di blantika musik jazz itu mengaku proses penggarapan album itu cukup panjang dan melelahkan karena hampir 5 tahun terkatung-katung. Belum lagi gosip-gosip miring yang sempat menerpa Dira atas hubungannya dengan Bluey selama proses rekaman.
"Saya sempat diisukan pacaran dengan Bluey segala, ini kan lucu. Padahal saya menganggap Bluey itu sebagai guru saya dalam musik," kata Dira yang menjadi bintang di Java Jazz Festival 2010 berselang dia pernah tampil bersama Jason Mraz, Yellowjackets, Maesa Leak dan Incognito ini.
Dengan dirilisnya album perdana Dira diharapkan secara otomatis akan menepis isu-isu miring, meski selama ini Dira tidak pernah menanggapinya secara serius.
Naluriah
Pertemuan Dira dengan Jean-Paul Maunick terjadi tahun 2001 ketika Incognito mengadakan tur pertunjukan di beberapa kota di Indonesia. Waktu itu secara naluriah Bluey "menemukan" kehebatan Dira sebagai penyanyi berbakat. Saat itu pula pemain gitar dan penulis lagu-lagu Incognito ini merencanakan membuat rekaman untuk Dira. Prosesnya tidak tanggung-tanggung di London, di markas grup acid-jazz itu berkumpul.
Di album tersebut beberapa musisi Inggris dan Indonesia ikut mendukung. Something About A Girl berisi 12 lagu yang sebagian besar ditulis Dira sendiri seperti "No More Tears", "Everybody Loves Sunsine", "Inside Love", "Hand On Your Heart", "Kami Cinta Indonesia" dan "Ku Cemburu". Selebihnya adalah karya Bluey.
Kehadiran Dira di blantika musik jazz, menambah deret penyanyi Indonesia yang telah go international setelah Anggun di tahun 90 an dan Ervina (70-an).
(Bambang Isti/CN15)