
Suara Merdeka CyberNews. Sebagai salah satu macan festival yang mempunyai nama yang sangat disegani di berbagai festival nyanyi tingkat internasional, Harvey Malaiholo mempunyai rumusan jitu untuk menjuarai sebuah festival nyanyi.
''Anda harus mempunyai kemampuan mencipta, dan membuat lagu, serta menyanyikannya di atas rata-rata,'' ujar Harvey ketika memberikan ''pembekalan'' kepada 12 finalis Indonesia Song Festival 2010.
Apa yang dikatakan Harvey bukan non-sense. Buktinya, pada tahun 1982 dia pernah mengalahkan Celin Dion, dan mengulangnya pada tahun 1986 ketika menyingkirkan Bryan Adam pada ajang nyanyi tingkat dunia di Budokan, Tokyo, Jepang. ''Bahwa Celin Dion dan Bryan Adam sekarang lebih terkenal dari saya, itu cerita yang lain, ha ha ha,'' katanya terbahak.
Yang pasti, imbuh dia, seorang komposer, dan penyanyi dapat mengeksplorasi kemampuan dengan tepat, prima, dan laras. Sehingga karyanya, baik berupa komposisi maupun suaranya, dapat ditangkap dewan juri sebaik mungkin. ''Dan untuk merebut hati dewan juri, Anda-Anda harus mempunyai kemampuan di atas rata-rata''.
Harvey Benjamin Malaiholo (48) adalah anak seorang pelaut dan ibunya adalah seorang penyanyi berkumpulan Titaley Sisters. Ketika kecil, beliau sudah didedahkan dengan musik jazz dan pernah menyanyi bersama ibunya, Maudy Titelay. Ayahnya, Daniel Benjamin Malaiholo pula selalu memberi dorongan dengan menghadiahkan kaset dan LP (piring hitam) penyanyi terkenal seperti Frank Sinatra dan Michael Jackson.
Sekitar tahun 1970-an, Harvey mulai kariernya dengan rekaman album. Kemudian di era 80-an populer dan dikenali menerusi The Big Five di kalangan pemusik. Suara dan cara nyanyian Harvey dikatakan ada sedikit persamaan dengan mendiang Broery Marantika namun dia akhirnya berjaya membentuk imej sendiri dengan imej kumis yang tebal. Malah kumis itu dianggap membawa tuah seolah menjadi trademark-nya.
(Benny Benke/CN15)