
Suara Merdeka CyberNews. “Semoga Bubi Chen masih terus bisa berkarya, dan tetap sehat ya, ” kata Gubernur Jawa Timur Sukarwo, ketika memberikan penghargaan berupa plakat “life achievement” kepada pemusik legendaris “arek Suroboyo” Bubi Chen, Sabtu (13/3) Gramedia Expo, Surabaya.
Plakat penghargaan atas prestasi dan dedikasi Bubi Chen dengan mengabdi di dunia musik (jazz) itu berbarengan dengan konser yang dilakukan pianis kelahiran Surabaya 9 Pebruari1938 di tempat yang sama. Ia menerima pengharagaan dari Gubernur Jawa Timur karena sudah membawa nama baik, tidak saja bagi kota Surabaya, tapi juga provinsi Jawa Timur bahkan nama Indonesia ke dunia internasional melalui musik jazz. Bahwa pianis yang masuk dalam 10 besar pianis jazz dunia versi majalah musik Downbeat itu telah mengharumkan nama bangsa.
Konser bertajuk “Wismilak Diplomat The Legend of Jazz” itu sendiri berlangsung meriah, khitmad dan mengharukan, karena diawali dengan pementasan para murid Bubi Chen yang semuanya sudah menjadi musisi profesional yang tergabung dalam big band Surabaya All Star.
Terhanyut
Gubernur Sukarwo yang ditemani istri dan putrinya tampak terhanyut oleh permainan Bubi Chen (piano), Ermy Kullit (vokal), Ananda Mates (bas), Agam Hamzah (gitar), Yoyo (saks), Rio Sidik (trumpet), dan Sandy Winarta (drums), terlebih ketika Bubi membuat kejutan saat belum habis lagu “People” jari-jarinya di atas piano sudah mencuri rif – rif (intro lagu) yang amat dikenal pengunjung, maka mengalunlah lagu “Kasih” dari Ermy Kullit yang ikuti oleh pengunjung dengan melafal lirik-liriknya.
Selebihnya Bubi dan bandnya lebih banyak membawakan nomor-nomor jazz standar seperti “Autumn Leaves”, “Billy’s Bounce”, “All The Things You Are” atau “Softly As A Morning Sunrise” dengan kapasitas penuh teknik tinggi seorang maestro.
Seketika itu juga setidaknya 600 pasang mata malam itu menikmati ketrampilan Bubi Chen, setelah lebih dari 5 tahun ia tidak tampil khususnya di kotanya sendiri Surabaya.
(Bambang Isti/CN15)