panel header
MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Maret 2010 | 16:11 wib
Opick
Menghidupkan Bakat Lama
image

Suara Merdeka CyberNews. Keinginan Aunur Rofiq Lil Firdaus, atau yang lebih tenar dengan nama Opick akhirnya kesampaian. Mantan penyanyi rock kelahiran Jember, 16 Maret 1974, yang akhirnya menancapkan namanya sebagai salah satu solois pria penembang lagu-lagu religius itu, benar-benar menjadi nyata. Dulu, kenangnya, sejak duduk di bangku SMA dia sudah akrab dengan dunia seni peran dan teater.

''Hanya karena saya lebih menitikberatkan pada dunia nyanyi, dunia seni peran untuk sementara waktu saya tinggalkan,'' katanya ketika mengumumkan persiapan rilis film terbarunya berjudul Di Bawah Langit, di Jakarta, Rabu (10/3).

Kini, setelah berbilang tahun lewat, dia akhirnya bisa memproduksi sebuah film atas biayanya sendiri. Bertindak sekaligus sebagai pemeran utama, produser, penulis skenario, music director hingga sutradara, dia berharap karya perdananya di dunia film tidak mengecewakan.

''Apalagi film ini menyoroti kisah cinta segitiga lebih secara Islami''. Dan diantara kisah cinta itu, imbuh dia, ada sisipan unsur pendidikan. Nah, keinginan menyajikan sebuah drama percintaan yang lain itulah, yang membuatnya sudi berpayah-payah harus menabung demi membiayai sendiri film berdurasi 90 menit itu.

''Karena bukan tak yakin film ini tak akan diterima sejumlah produser jika saya tawarkan, tapi saya lebih suka tidak ada interverensi dalam proses penciptaannya''.

Atas alasan itulah, dia berharap lewat bendera Tombo Ati Pictures, akan lahir film-film yang mengusung semangat lain. Dalam artian, memberikan tontonan sekaligus tuntunan kepada penonton. Sehingga, ujar pemilik album Istighfar (2005), Semesta Bertasbih (2006), Ya Rahman (2007), Cahaya Hati (2008), Di Bawah Langit Mu (2009), dan Mari Shalawat (2010) itu, penonton mendapat suguhan film yang sehat.

(Benny Benke/CN15)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
11 Februari 2012 | 19:02 wib
Dibaca: 282
image
11 Februari 2012 | 16:01 wib
Dibaca: 158
image
11 Februari 2012 | 15:03 wib
Dibaca: 429
image
11 Februari 2012 | 09:06 wib
Film Malaikat Tanpa Sayap
Hidup Tak Ada yang Mudah
Dibaca: 429
image
11 Februari 2012 | 00:24 wib
Dibaca: 234
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER