
Suara Merdeka CyberNews. Keinginan Aunur Rofiq Lil Firdaus, atau yang lebih tenar dengan nama Opick akhirnya kesampaian. Mantan penyanyi rock kelahiran Jember, 16 Maret 1974, yang akhirnya menancapkan namanya sebagai salah satu solois pria penembang lagu-lagu religius itu, benar-benar menjadi nyata. Dulu, kenangnya, sejak duduk di bangku SMA dia sudah akrab dengan dunia seni peran dan teater.
''Hanya karena saya lebih menitikberatkan pada dunia nyanyi, dunia seni peran untuk sementara waktu saya tinggalkan,'' katanya ketika mengumumkan persiapan rilis film terbarunya berjudul Di Bawah Langit, di Jakarta, Rabu (10/3).
Kini, setelah berbilang tahun lewat, dia akhirnya bisa memproduksi sebuah film atas biayanya sendiri. Bertindak sekaligus sebagai pemeran utama, produser, penulis skenario, music director hingga sutradara, dia berharap karya perdananya di dunia film tidak mengecewakan.
''Apalagi film ini menyoroti kisah cinta segitiga lebih secara Islami''. Dan diantara kisah cinta itu, imbuh dia, ada sisipan unsur pendidikan. Nah, keinginan menyajikan sebuah drama percintaan yang lain itulah, yang membuatnya sudi berpayah-payah harus menabung demi membiayai sendiri film berdurasi 90 menit itu.
''Karena bukan tak yakin film ini tak akan diterima sejumlah produser jika saya tawarkan, tapi saya lebih suka tidak ada interverensi dalam proses penciptaannya''.
Atas alasan itulah, dia berharap lewat bendera Tombo Ati Pictures, akan lahir film-film yang mengusung semangat lain. Dalam artian, memberikan tontonan sekaligus tuntunan kepada penonton. Sehingga, ujar pemilik album Istighfar (2005), Semesta Bertasbih (2006), Ya Rahman (2007), Cahaya Hati (2008), Di Bawah Langit Mu (2009), dan Mari Shalawat (2010) itu, penonton mendapat suguhan film yang sehat.
(Benny Benke/CN15)