panel header
KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Maret 2010 | 13:01 wib
Jakarta International Java Jazz Festival 2010
John Legend, Memabukkan
image

Suara Merdeka CyberNews. Nama tenar John Stephens, atau yang lebih sohor dengan nama John Legend ternyata bukan legenda belaka. Tampil di panggung utama D2 Axis Hall, Jakarta International Exspo (JIE) Kemayoran, Jakarta, pada malam pembuka Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) 2010, kelegendaan laki-laki kelahiran Springfield, Ohio, Amerika Serikat, 28 desembar 1978 itu, menunjukkan buktinya.

Lebih dari sekedar itu, naik ke atas panggung mulai pukul 9.20, penyanyi, penulis lagu, aktor dan musisi yang dikenal menguasai berbagai alat musik itu, langsung menunjukkan tajinya lewat singgel hit yang sangat dikenal pencintanya.
 
Lewat alunan musik bergenre R&B, soul, dan neo soul, Legend yang telah mendapatkan enam Grammy Awards pada 2007, dan menerima special Starlight award dari Songwriters Hall of Fame, juga tidak gagap berinteraksi dengan lebih dari 8000 penonton.

Performance jumat malam itu, musisi dan aktivis yang gemar menyuarakan kepentingan sosial, dan dikenal luas berjiwa filantropis itu, menghantarkan rentanan singgel yang terangkum di album Get Lifted (2004), Once Again (2006), dan Evolver (2008) dengan fasihnya. Hal itu menjadi maklum, mengingat perjalanan panjang Legend dalam industri musik sudah teruji.

Buktinya, sejumlah penyanyi tenar, dan besar saat ini seperti Lauryn Hill, Alicia Keys, Jay-Z, Kanye West dan beberapa nama lainnya, telah bekerja sama dengannya. Berbekal kerja bareng dengan sejumlah rekan sesama musisi itulah, yang membuat Legend, dinilai para kritikus musik di AS, mempunyai ''kekayaan'' musikalitas yang lebih.

"Legend" Sang Jenius
Tidak berlebihan, jika ketiga album yang telah dihasilkannya, musikalitasnya dinilai lebih matang, dan hebatnya, penjualannya telah mencapai angka berbilang jutaan kopi di seluruh dunia. Atas kesuksesannya di industri rekaman, dan sepak terjangnya di dunia sosial, dia pernah dicatat sebagai 100 orang paling berpengaruh di dunia, versi majalah Time edisi tahun 2009.

Dan di atas panggung yang bertaburan lampu, di tengah pekikan sambung-menyambung para penggilanya, Legend yang oleh musisi jazz senior Quincy Jones disebut jenius itu, menghadirkan sihir musik dalam rupa yang berbeda. Yaitu musik yang mampu membuat bergoyang siapapun yang paling tak faham musik sekalipun.

Di dukung dengan paras yang good looking, penyanyi yang telah menyiapkan album Wake Up Sessions di tahun ini, juga sesekali menyajikan gimmick yang jenaka. Keperkasaan Legend, yang pada pembuka JIJJF 2010 memang menjadi bintang yang paling ditunggu-tunggu itu, membuat musisi besar lainnya, seperti ''tak berharga'', dan dilupakan.

Lihatlah, betapa di gedung D1 TEBS Hall penonton RAN segera tersedot, demikian pula penonton Eric Benet with Ron King Big Band mulai terbelah konsentrasinya. Hal yang sama ketika di gedung D1 BNI Hall penampilan Esqi:EF Feat Syaharani and The Queenfireworks, kemudian Nathan Haines, serta SAXPACK (Jeff Kashiwa, Michael Paulo, Kim Waters) seakan tenggelam dengan kehadiran Legend.

Padahal di hall lainnya, nama sohor seperti Allen Hinds, Harvey Mason, David Murray Black Saint Quartet, Yovie Widianto Fusion hingga Sheila Majid, juga tak kalah apik penampilannya. Demikian juga aksi Soulvibe, Maurice Brown, Dwiki Dharmawan Project, Tohpati & Friends hingga JavaJazz feat. Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Matez, Donny Suhendra,dan Dewa Budjana tak kurang mempesonanya.

Namun, sebagaimana dikatakan pemerhati musik Denny Sakrie, nama besar John Legend sanggup menenggelamkan kemumpunian para jazzer lainnya. Meski untuk itu penonton harus menebus harga tiket harian sebesar Rp.460.000, plus tiket spesial pertunjukan sebesar Rp. 500.000-an. Pada pembukaan JIJJF 2010 yang dibuka secara resmi oleh Memperindag Mari Elka Pangestu, dan menteri Perindustrian MS Hidayat, dan penggagas JIJJF Peter F. Ghonta itu, kelegendaan John Legend berhasil memabukkan pencintanya.

(G20/CN15)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
11 Februari 2012 | 19:02 wib
Dibaca: 281
image
11 Februari 2012 | 16:01 wib
Dibaca: 158
image
11 Februari 2012 | 15:03 wib
Dibaca: 428
image
11 Februari 2012 | 09:06 wib
Film Malaikat Tanpa Sayap
Hidup Tak Ada yang Mudah
Dibaca: 429
image
11 Februari 2012 | 00:24 wib
Dibaca: 234
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER