panel header
RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Januari 2010 | 11:38 wib
Film Princess and the Frog
Menjunjung Kemuliaan
image

Kemuliaan budi pekerti bisa dihaturkan lewat banyak cara. Salah satunya lewat film dongeng pengantar tidur berjudul The Princess and the Frog. Sebagai sebuah film animasi musikal, film yang disutradarai Ron Clements dan John Musker, serta diproduksi Walt Disney Pictures itu, menyampaikan pesan kebajikan lewat cara yang elok.

Nasihat ihwal kebajikan, sebagai sangu utama anak-anak dalam menyongsong kesehariannya, dalam film yang sulih suaranya diisi sejumlah nama tenar seperti Anika Noni Rose, Oprah Winfrey, Keith David, Jim Cummings, John Goodman, Jenifer Lewis, hingga Terrence Howard disajikan dengan sangat mengena.

Bukan melulu lewat sajian cerita, yang menyimpan pesan tersurat dan tersiratnya, tapi juga lewat bahasa gambar yang purna. Sedangkan secara musikal, via lagu yang syarat makna, dengan lirik yang dalam, makin menyempurnakan bagaimana sebuah film animasi anak-anak seharusnya dibuat.

Selebihnya, film yang beranjak dari novel karya E. D. Baker berjudul The Frog Princess, yang terinspirasi dari dongeng karya Grimm Bersaudara berjudul The Frog Prince itu, mengalir dengan mempesona. Betapa tidak apiknya, dengan teknolgi animasi yang diolah oleh Walt Disney Animated Classics, dan dibesut sutradara yang telah menghasilkan film sejenis, seperti The Great Mouse Detective, The Little Mermaid, Aladdin, Hercules, dan Treasure Planet membuat dongeng yang disampaikan seakan nyata adanya.

Jika kisah klasik tentang Pangeran Katak bernarasi tentang Pangeran yang dikutuk menjadi katak, yang kemudian mengalami penyembuhan setelah seorang putri menciumnya, dalam versi film ini, justru dibalik logika bertuturnya. Pengeran Naveen (Bruno Campos) dari Maldonia memang dikutuk oleh penyihir licik penganut ilmu vodoo bernama Dr. Facilier (Keith David) menjadi katak. Namun, alih-alih dia menemui kesembuhan setelah dicium oleh gadis cantik berkulit hitam bernama Tiana (Anika Noni Rose), tapi justru Tiana yang ketularan menjadi katak.

Nah, kisah dua katak yang mencari penyembuhan diantara intrik orang-orang jahat yang mengelilinginya itulah yang disajikan di film ini. Terlebih ketika mereka mendarat di negeri Bayou, dan bertemu Mama Odie (Jenifer Lewis), seorang bijak bestari yang akhirnya memberikan kunci penyembuhan bagi Naveen dan Tiana.

Kisah seperjalanan Naveen, Tiana, dan dua sekawan senasibnya, yaitu kunang-kunang dan buaya yang gemar menyanyi musik jazz itulah yang menjadi jualan utama film The Princess Frog. Pesan film yang dirilis secara resmi sejak 25 Desember lalu itu, ingin menegaskan bahwa setiap persona bisa menjadi pangeran dan putri bagi pasangannya masing-masing. Selama persona itu, terus tekun menanamkan nilai-nilai budi pekerti, yang mudah dipelajari tapi sangat sulit dilakoni.

(G20/Nv@)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
11 Februari 2012 | 19:02 wib
Dibaca: 278
image
11 Februari 2012 | 16:01 wib
Dibaca: 157
image
11 Februari 2012 | 15:03 wib
Dibaca: 427
image
11 Februari 2012 | 09:06 wib
Film Malaikat Tanpa Sayap
Hidup Tak Ada yang Mudah
Dibaca: 428
image
11 Februari 2012 | 00:24 wib
Dibaca: 234
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER