
Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) 2010 yang akan digelar mulai tanggal 5, 6, dan 7 Maret nanti di JI Ekpo Kemayoran, Jakarta diharapkan dapat menciptakan nuansa keakbaran, dan makin mendunia. Harapan itu dikemukakan Peter F. Gontha, founder JIJJF dan chairman Java Festival Production, selaku penyelenggara JIJJF di Jakarta (21/01) kepada wartawan Cybernews.
Menurutnya, setelah lima tahun penyelenggaraan, sejak tahun 2005 hingga 2009 yang biasanya dipusatkan di Jakarta Convention Center (JCC), pada penyelenggaraan terkini, akan mengalami sedikit perubahan, yaitu pemindahan tempat perhelatan.
Atas alasan daya tampung yang tidak memadai, dan demi menciptakan kenyamanan penikmatnya, JIJJF 2010 akhirnya dipindah dari JCC ke JI Expo Kemayoran. Hal itu harus dilakukan, karena setiap tahun, menurut dia, penonton JIJJF terus meningkat. Pada penyelenggaraan JIJJF 2009, setiap hari dari tiga hari penyelenggaraan, rata-rata 30.000 penonton memadati arena pertunjukan.
Sehingga, bisa diperkirakan pada penyelenggaraan tahun ini, penonton diperkirakan makin besar. Apalagi, imbuh dia, harga tiket makin diturunkan hingga kisaran Rp.100.000,- per hari, diluar tiket khusus pertunjukan khusus untuk musisi istimewa. Selain itu, Peter menjelaskan, keberadaan JIJJF 2010 makin meneguhkan posisi Indonesia sebagai salah satu penyelenggara festival jazz terakbar di dunia.
''Bahkan sekarang para musisi jazz besar dunia melirik JIJJF sebagai salah satu festival jazz tetap yang harus diikuti,'' katanya. Keberadaan JIJJF menurut dia, sudah disejajarkan meski kalah tua dengan festival jazz bergengsi seperti Nort Sea Jazz Festival di Belanda, dan beberapa festival jazz mapan dan besar lainnya.
Sehingga tidak berlebihan, beberapa musisi jazz dan atau musisi lintas aliran musik lainnya, saling berlomba mengikutkan namanya di JIJJF 2010. Nama-nama yang sudah pasti bakal memamerkan kebolehannya di JIJJF 2010 diantaranya, Hubert Laws, Randy Brecker dan Bill Evans plus dukungan Steve Lukather (gitaris band TOTO). Gitaris blues Robben Ford dan Darry Jones (bassist supergrup The Rolling Stones), George Duke, Christian McBride, David Murray, Carl Allen, Kurt Rosenwinkel dan Roy Hargrove. Kelompok jazz vocal ''terbesar di dunia'' The Manhattan Transfer, juga akan berjam session dengan maestro jazz Chick Corea.
Selain itu, nama sakti lainnya di aras musik jazz seperti Bob James, Michael Paulo, Eric Marienthal, Everette Harp, Chieli Minucci, Mindy Abair, Jessy J, Lee Ritenour, Karen Briggs dan Breakestra juga ada.
Musik jazz yang juga mengejawantah dalam genre Cuban Jazz, Latin Jazz dan Brazilian Jazz, yang akan ditampikan oleh Arturo O'Farril, Adonis Puentes, Bryan Lynch Latin Jazz Quartet, Emilio Santiago's pristine voice, Ivan Lins dan Hendrik Meurkens Samba Jazz Quartet, tak mau alpa.
Tidak ketinggalan, ''jualan utama'' JIJJF 2010 seperti Eric Benet, Kenneth ''Babyface'' Edmonds, Toni Braxton, Roberta Gambarini dan Jane Monheit, plus The Rat Pack yang secara personifikasi mirip Sammy Davis Jr., James Dean dan Frank Sinatra yang datang langsung dari Vegas, tak mau ketinggalan serta.
Sedangkan para kesatria jazz dari Tanah Air juga dipastikan akan diberi kesempatan yang sama di JIJJF 2010. Diantaranya Tohpati, Bubi Chen, Indro Hardjodikoro, Oele Pattiselanno, Jeffrey Tahalele, dan Jakarta Broadway Team. Selain itu, Andre Hehanusa, Ligro Trio, Idang Rasjidi, Syaharani, Elfa's Bossas, Aksan dan Titi Sjuman, RAN, Barry Likumahuwa, Soulvibe, Dewa Budjana, Gugun Blues Shelter, Opustre Soul Big Band, Lala Suwages, Ecoutez, Notturno dan David Manuhutu.
Paul Dankmeyer, Direktur JIJJF 2010 menegaskan, festival tahun ini akan menjelaskan posisi Indonesia dalam kazanah musik jazz dunia. Selain menjembabatani lintas kebudayaan musisi jazz dari berbagai latar kebudayaan, bangsa, bahasa. Dalam catatan Paul, JIJJF telah mendatangkan berbagai pelaku musik jazz, blues dan berbagai genre musik lainnya ke Jakarta untuk menandai festival ini makin berarti, dan disegani di didunia.
Diantara musisi yang pernah tampil di JIJJF sejak 2005 adalah ''The Godfather of Soul'' James Brown, Tania Maria, George Duke, Ivan Lins, Bob James, Joshua Redman, Ron Carter, Sergio Mendes, Sadao Watanabe, Jeff Lorber, Kurt Elling, dan The Manhattan Transfer. Nama lainnya adalah Michael Paulo, Marcus Miller, Jeff Kashiwa, Lisa Ono, Incognito, Tetsuo Sakurai, Diane Reeves, New York Voices, Renee Olstead, Terumasa Hino, John Scofield, dan Harvey Mason.
Deretan nama lainnya adalah Eldar, Dave Weckl, David Garfield, Ron King Bag Band, Patti Austin, Isao Suzuki, David Benoit, Simon Phillips, Jamie Cullum, dan masih banyak lagi. Belum lagi nama-nama musisi tenar di dunia lainnya seperti Babyface, Jason Mraz, Chaka Khan, ''The Godfather of Funk'' George Clinton, Alex Ligertwood, Bobby Caldwell dan Peabo Bryson.
Sedangkan dari aras musisi Indonesia, sudah hampir semua musisi jazz, telah mencatatkan namanya di festival tahunan ini. Diantaranya Bubi Chen, Benny Mustafa van Diest, Benny Likumahuwa, Margie Segers, Oele Pattiselanno, Jopie Item, Ireng Maulana, Kiboud Maulana, Jeffrey Tahalele, Yance Manusama, Tjut Nyak Deviana Daudsjah, dan Ermy Kulit.
Selain itu, nama Elfa Secioria, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma, Ruth Sahanaya, Dwiki Dharmawan, Adjierao, Cendy Luntungan, Glen Dauna, Glen Fredly, Bambang Nugroho, Tompi, Maliq & D'Essentials, Dira, dan bintang muda Ayla Rao, Rafi serta Zefanya.
(G20/Nv@)