
"Dengan bercermin melalui cerita tokoh jurnalis tahun 1888 "Yoseph Pulitzer" setidaknya kelayakan berita seorang reporter suatu media perlu diterapkan," ucap pembicara diklat Cybernews, Sri Mulyadi. Pulitzer yang kritis, inisiatif, mengutamakan eksklusifisme berita yang hingga saat ini menjadi tolak ukur karya jurnalistik yang layak untuk disajikan dalam suatu berita.
Ketika sebagian pekerja menikmati liburan panjangnya di tahun baru 2010 ini, berbeda dengan reporter atau redaktur di Suara Merdeka Cybernews mengisi waktu liburan dengan mengikuti diklat yang bertempat di aula Suara Merdeka Jalan Pandanaran 30 (02/01). "Hal ini diperlukan bagi mereka karena selain untuk mendongkrak kualitas SDM-nya juga meningkatkan kualitas kelayakan penayangan suatu berita di Cybernews sendiri," ujar pemimpin redaksi Suara Merdeka Cybernews, zaenal abidin.
Akurasi berita online
Mengetahui bahwasanya para pembaca media online kita semakin kritis karena akses yang begitu cepat dan mudah untuk semua kalangan, membuat pihak redaksi Cybernews perlu untuk lebih 'teliti sebelum menjual' artinya sebelum produsen (redaksi atau reporter) melepas dagangannya ke konsumen, dituntut untuk bertanya : apakah produk sudah layak jual? Hal ini tidak hanya menyangkut soal kemenarikan sebuah materi berita (news value), tetapi juga mengenai faktor lainnya seperti akurasi data, penulisan kata/kalimat, kesesuaian judul, konsistensi penyajian, dan ketepatan penempatan.
Perkembangan dunia online yang menjadi nafas abad globalisasi telah menghipnotis masyarakat kita untuk hidup dalam kemudahan. Ini memungkinkan sebagian media cetak semakin tergeser oleh media online. Oleh karena itu diharapkan seorang redaktur online harus mengetahui faktor utama penyajian berita atau rubrikasi yang menarik, aktual dan bermanfaat bagi pembacanya dengan melihat rambu etik, rambu sosial ataupun rambu hukum.
Dari sini redaktur Cybernews setidaknya kedudukan secara jobdisk-nya lebih tinggi dibanding yang ada di lapangan karena rata-rata redaktur online telah memiliki frame of reference dan frame of experience dengan tanggung jawab yang besar pula tentunya, tambah sapaan akrab mbah mul itu.
Menurutnya, yang membedakan rubrikasi dengan running news adalah rubrik lebih mengutamakan eksklusifisme tulisan sedangkan running news lebih mengandalkan aktualisasi dan menarik. Dan model straight news yang rutin biasanya menjadi andalan dari media online.
"Diklat ini direncanakan menjadi program tahunan Cybernews untuk menunjang SDM kami dan kabar baik untuk para netter Suara Merdeka Cybernews nantinya akan dimanjakan melalui e-paper yang akan di launching pada bulan februari 2010," tambah zaenal abidin.
(/Nv@)