panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
30 Agustus 2014
SURAT PEMBACA
70 Persen Kecelakaan Libatkan Pelajar

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi pembunuh terbesar ketiga di bawah penyakit jantung dan tuberculosis (TBC).

Rilis WHO tersebut sesuai dengan pernyataan Kasi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Ditlantas Polda Jateng Kompol Nasikun, bahwa 70 persen kecelakaan di Jawa Tengah melibatkan usia produktif atau pelajar. Kasus kecelakaan pelajar semestinya menjadikan para pelaku pendidikan waspada untuk penanganan sejak dini agar angka kecelakaan dapat dikurangi.

Pelajar adalah penerus generasi bangsa yang digadanggadang bisa melanjutkan etafet dalam keberlangsungan negeri ini agar lebih baik. Banyak pelajar yang masih usia SD dan SMP, walaupun tubuhnya bongsor, akan tetapi masih cenderung labil emosinya dalam mengendarai mobil atau sepeda motor.

Mereka mudah tersinggung dan sering tersulut emosinya ketika bermasalah dengan pengendara lain di jalan, tanpa memperhatikan keselamatan dirinya. Peristiwa Abdul Qadir Jailani (AQJ), putra Ahmad Dani, telah memberikan pembelajaran agar remaja tidak ugalugalan di jalan yang mengakibatkan nyawa orang lain menjadi hilang.

Perkembangan otak AQJ belum matang dalam kemampuan kognitifnya, maka wajarlah seorang yang belum berusaha 17 tahun tidak diperkenankan memiliki surat izin mengemudi (SIM). Orang tua yang bijak akan mengantar anak yang masih belia ke tempat tujuan sesibuk apa pun, bukan memberikan mobil atau sepeda motor untuk dikendarai sendiri. Dalam mengantar jangan lupa membawa helm, karena penyebab terbesar gegar otak diakibatkan oleh benturan kepala, sedangkan pengguna tidak menggunakan helm standar.

Orang tua yang kurang bijaksana akan memberikan kemudahan transportasi anakanak tanpa mempertimbangkan keselamatan anaknya di jalan. Anak yang dimanja dan disediakan sarana transportasi akan merasa bangga dan keren karena tampil beda dengan teman yang lain.

Kebanggaan akan bertambah bila kendaraannya bermerk dan berharga mahal. Sikap inilah yang kadang tanpa sadar dilakukan sebagai bentuk kasih sayang orang tua yang salah kepada buah hatinya. Tujuannya memfasilitasi dan menyenangkan anak, akan tetapi sebenarnya menjerumuskan anak ke jurang kematian.

Bagi kepolisian, orang tua, guru, dosen, dan tokoh masyarakat, mari bersama kita selamatkan generasi negeri ini dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan mengawal, menasihati, dan membimbing anak-anak kita dalam berlalu lintas yang aman.

Jangan lupa pula berdoa ketika berkendaraan. Misalnya, mengucapkan: Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Semoga menjadi renungan.

Ahmad Riyatno, SAg, MPdI
Guru MAN 2 Semarang
Jl. Bangetayu Raya Semarang

* * *


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER