panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
27 Maret 2014
Wiranto: Muncul Dwifungsi Birokrasi

PURBALINGGA - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jenderal (pur) Wiranto mengungkapkan, pada awal masa reformasi, atas tuntutan reformasi, dia meng­hentikan peran sosial politik ABRI alias dwifungsi ABRI.

 Tapi justru di era reformasi, dwifungsi birokrasilah yang tumbuh dan berkembang. Setelah menduduki jabatan birokrasi, para pengelola beramai-ramai bergabung dan menjadi pengurus partai politik.

Hasilnya, tidak sedikit pekerjaan yang tidak tuntas. Lebih parah lagi, banyak deviasi yang mendorong banyak orang memburu sumber daya politik lewat birokrasi.

“Terbukti sekarang, dari 34 provinsi, 18 gubernur terjerat kasus korupsi. Dari 494 kabupaten/kota. 138 bupati/wali kota terjerat korupsi. Hal itu persentase yang sangat besar,” ujar­nya dalam kampanye terbuka di Stadion Go­en­toer Dardjono, Purbalingga, Rabu (26/3).

Wiranto mensinyalir persoalan yang muncul bertubi-tubi di Indonesia karena pe­ngelola negara tidak fokus dalam menjalan­kan tugasnya. Mereka kesrimpung keinginan-keinginan lain.

“Hal itu dikarenakan banyak birokrat me­rangkap jadi pengurus partai politik. Dengan demikian, menggangu tugas po­koknya sebagai abdi masyarakat. Seharusnya, setelah menduduki jabatan birokrasi, loyalitas kepada parpol harus disudahi, diganti loyalitas sepenuhnya kepada rakyat,” tegasnya.

Wiranto berharap gerakan moral dengan mengedepankan hati nurani bisa berkembang di negeri ini. Pimpinan dari partai mana pun, bila selalu menggunakan hati nurani akan berada di jalan yang benar. Mengenai fenomena kandidat capres yang saling sindir di media, Wiranto menganggap itu tidak perlu dilakukan.

Capres dan partai politik seharusnya fokus pada upaya meyakin­kan rakyat. Menyam­paikan program kerja yang bagus dan dibutuhkan rakyat. “Lah kok malah nyindir-nyindir capres lainnya.  Tidak ada gunanya itu.”

Di Purbalingga, Wiranto didampingi oleh caleg DPR Imam Maliki, Ninuk Widosari, Enini Descrates, dan Ketua DPC Hanura Purbalingga, Haryanto.

Jalan Kebenaran

Sementara itu, saat berkampanye di Lapangan Krida Nu­santara, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Wiranto mengajak seluruh kader, pendukung, dan simpatisan partai untuk memilih pemimpin yang mempunyai hati nurani. “Kalau memilih pemimpin yang punya hati nurani, insya Allah akan selalu berada di jalan kebenaran dan paham apa yang diderita, dirasakan, dan diimpikan oleh rakyatnya,” katanya.

Di depan kader dan pendukung Partai Hanura, Wiranto berjanji setelah menjadi presiden akan selalu siap untuk kepentingan rakyat, tidak berkhianat kepada rakyat, sanggup menyejahterakan rakyat dan siap diturunkan jika korupsi.

Calon presiden Partai Hanura itu selama berkampanye di Cilacap didampingi caleg DPR Windu Prio Wibowo, Jurmani Syakur, dan Ketua DPC Hanura Cilacap Yosy Agung yang juga caleg DPRD Cilacap. (H82-71)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER