panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
14 Februari 2014
Nasib Honorer Belum Jelas

SEMARANG - Pemkot Semarang belum memutuskan nasib honorer kategori 2 (K2) yang tidak lolos CPNS. Mereka untuk sementara akan tetap bertugas di instansi tempatnya bekerja.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang Bambang Kono menjelaskan, belum ada gambaran mengenai nasib honorer K2 yang dinyatakan tidak lolos seleksi.

“Belum ada gambaran, tetapi sementara ini tetap akan bekerja di sana (instansi masing-masingred). Urusan gaji juga diserahkan kepada instansi tersebut, karena mereka bukan dibayar APBD,” ujarnya. Bambang menjelaskan, dari total 1.063 honorer K2 peserta tes CPNS, ada 369 orang yang lolos tes atau sekitar 30%.

Honorer yang lolos tersebut menunggu pemberitahuan selanjutnya untuk melengkapi pemberkasan. Sementara yang tidak lolos mungkin bisa mengikuti tes seleksi CPNS lagi jalur umum. Namun perkiraan, kata dia, tidak semua honorer K2 tidak lolos tersebut bisa mengikuti CPNS jalur umum.

Sebab, tes seleksi jalur umum ada batasan usia maksimal 40 tahun. Berapa yang berusia di bawah atau di atas 35 tahun, hingga saat ini juga belum diidentifikasi.

Kontrak Kerja

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan belum menerima laporan detail dari BKD. Tetapi dari alur kegiatan penerimaan, honorer yang tidak diterima masih ada kesempatan pada tahun berikutnya. “Kepala BKD belum laporan. Saya juga baru tahu ada pengumuman,” katanya.

Yang jelas, katanya, sementara para pegawai honorer masih akan ditugaskan di instansi masing-masing. Ketua DPRD Kota Semarang berharap pemerintah berupaya maksimal untuk membantu nasib honorer K2 yang tak lolos CPNS. Termasuk soal sistem penggajian, karena tidak bisa dianggarkan dengan APBD.

Soal sistem kerja, bisa mengacu pada UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam aturan itu pemerintah bisa membuat perjanjian kontrak kerja. “Aturan itu memang baru, kami juga baru mengagendakan akan konsultasi Kemenpan dan RB untuk meminta penjelasan. Bisa saja nanti pegawai honorer itu jadi pekerja kontrak di Pemkot,” ujarnya.

Dengan kontrak kerja, kata dia, sesuai dengan UU itu pemerintah kota bisa menganggarkan dana dari APBD untuk gaji. Namun jika ternyata kontrak kerja tak bisa, honorer diharapkan tetap bisa bekerja di instansi tempat bekerja selama ini.

“Karena mereka sudah bekerja bertahun-tahun di Pemkot,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, para honorer K2 dari tenaga kependidikan yang tidak diterima dites CPNS tetap mengajar di satuan pendidikan masing-masing.

Penggajian masih seperti sebelumnya. ”Jika GTT/PTTyang berada di SD dan SMP, penggajian masih dari belanja pegawai BOS. Sementara SMA/SMK dari partisipasi orang tua siswa,” katanya. Menurutnya, dari jumlah honorer K2 yang diterima CPNS masih belum menutup kebutuhan kekurangan guru di Kota Semarang. Namun, paling tidak sudah mengurangi kebutuhan pegawai. (H71,H35,K3,H41-75)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER