panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
12 Februari 2014
Warga Tertipu Bisnis Patungan
  • Pelaku Kabur, Sertifikat Digadai

SALATIGA - Puluhan warga yang menjadi investor usaha kerja sama bagi hasil dengan CV Global Transmedia Indonesia yang beralamat di Jalan Merak No 5 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, resah.

Pasalnya, sertifikat ta­­nah war­ga yang di­pa­kai perusahaan ber­kedok bisnis komputer di sam­ping Kantor Di­nas Te­naga Kerja Sala­ti­ga itu, bakal hilang di­le­lang bank.

Tidak hanya itu, janji imbal untung dari kerja sama itu pun banyak yang tidak terealisasi. Warga juga kecewa karena pengelola CV Global Transmedia tidak bertanggung jawab mengembalikan sertifikat yang dijaminkan ke bank dan kabur bersama keluarganya.

Yusuf Zumanto (44) warga RT 1 RW 14 Dukuh Cabean Kelurahan Mangunsari, salah satu korban usaha bisnis dengan modus investasi kerja sama itu mengaku, dua sertifikatnya bakal dilelang BRI Cabang Ungaran dalam waktu dekat ini.

”Kalau sudah begini saya mau mengadu ke mana? Pengelola usaha CV Global Transmedia yang bernama Vadhian Laksita Kusuma, yang tidak lain tetangga saya sendiri warga RT 1 RW 14 Jl Sentana Dukuh Cabean Kelurahan Mangunsari, sudah kabur bersama keluarganya,” ujarnya.

Yusuf menceritakan, awalnya dia dan warga lainnya mengikuti kerja sama dengan perusahaan itu. Untuk memulai usaha, mereka diajak orang-orang Vadhian Laksita dari CV Global Transmedia, dengan syarat menyerahkan sertifikat. Sertifikat di sejumlah tempat seperti di BRI Cabang Ungaran, Syariah Mandiri, Mega Syariah Karanggede, dan lainnya. ”Saya dijanjikan keuntungan Rp 2 juta setiap bulan, sejak kerja sama dimulai tahun 2009 hingga berakhir 2012,” kata Yusuf.

Pada awalnya, keuntungan yang dijanjikan lancar, tetapi makin lama mulai tersendat. Bahkan janji keuntungan yang diberikan setiap tanggal 10 tersebut molor dan jumlahnya tidak seperti kesepakatan sebesar Rp 2 juta.

Karena tidak memberikan keuntungan seperti yang diharapkan, Yusuf dan beberapa investor lainnya berusaha mengambil sertifikat, tetapi tidak bisa. Bukan main kagetnya hingga akhir 2013, dia mendapat surat dari BRI Cabang Ungaran bahwa dua sertifikat tanah, masing-masing seluas 265m2 dan 600m2 akan dilelang, karena sejak awal tidak pernah membayar kewajiban ke bank.

Pada 27 Agustus 2013, Yusuf meminta agar Vadhian Laksita Kusuma menebus sertifikatnya, tetapi tidak berhasil. Vadhian membuat surat pernyataan bahwa pada 2 September 2013 akan mengembalikan sertifikat, tetapi bila tidak bisa akan menyelesaikannya secara hukum. Hingga kini sertifikat tidak bisa diambil dan Vadhian Laksita Kusuma sudah kabur bersama keluarganya.

Yusuf dan beberapa warga lainnya berusaha melapor ke Polres Salatiga dan Polda Jateng, tetapi tidak ditindaklanjuti dengan alasan kasus tersebut merupakan kasus perdata dan bukan kasus pidana.

”Saya sudah ke Polres Salatiga dan Polda Jateng bersama rekan-rekan lain yang sertifikatnya telah digadaikan Vadhian, tetapi kasus itu dianggap sebagai perdata, sehingga tidak masuk laporan kepolisian (LP),” papar Yusuf.

Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasatreskrim AKP Andie Prasetyo ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum menerima laporan warga yang merasa dirugikan atau tertipu adanya kasus bisnis kerja sama tersebut. Andie berjanji akan menindaklanjutinya bila ada laporan warga. (H2,H32-39)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER