panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
10 Januari 2014
Suhu Menghangat
  • Korban Tewas 21 Orang

WASHINGTON- Suhu dingin membeku yang telah mencengkeram warga Amerika Utara dalam beberapa hari terakhir mulai berangsur menghangat, Kamis kemarin, kendati masih di bawah titik beku di sebagian besar wilayah.

Sedikitnya, 21 orang telah tewas sejak Minggu lalu akibat cuaca yang ekstrem tersebut dan lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan. Penggunaan gas alam AS mencapai rekor tertinggi untuk keperluan penghangatan.

Para prakirawan cuaca memprediksi, cucaca akan kembali normal di sebagian besar wilayah AS dalam beberapa hari ke depan, setelah 50 kota besar mengalami rekor suhu terendah pada Selasa lalu. Sebelumnya, Badan Cuaca Nasional AS memperkirakan suhu kembali hangat di sebagian besar wilayah timur.

Wilayah Midwest yang mengalami suhu minus 37 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir juga sedikit mulai menghangat namun masih menghadapi suhu 15 sampai 25 di bawah ratarata.

Atlanta, Negara Bagian Georgia, kembali ke suhu lebih dari 5 derajat Celsius pada Rabu lalu menyusul rekor suku terendah minus 14 derajat sehari sebelumnya.

New York City mencapai suhu minus 5 derajat pada Rabu waktu setempat setelah mencapai rekor suhu terendah dalam 118 tahun, yakni minus 15 derajat pada Selasa.

Telah Usai

Temperatur di beberapa wilayah Amerika Utara turun drastis hingga minus 37 derajat Celsius pekan ini, berarti lebih dingin dibanding suhu di permukaan Planet Mars yang berkisar antara minus 25 hingga minus 31 derajat. Pejabat tinggi pun tidak terhindar dari dampak cuaca ekstrem tersebut.

Gubernur Negara Bagian Alabama, Robert Bentley, mengalami kerugian 50.000 dolar AS atau sekitar Rp 600 juta setelah pipa airnya membeku dan pecah di loteng rumahnya di Tuscaloosa. Sementara di Kanada, seorang kakek berusian 70 tahun di Ontario terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah terkubur di dalam gundukan salju yang menimbun mobilnya selama hampir 24 jam.

Guy Walton, seorang meteorolog The Weather Channel, mengungkapkan bahwa kondisi terburuk akibat badai Arktik Kutub Utara telah usai. ”Suhu akan menghangat secara dramatis mulai hari ini (Rabu waktu setempat-Red) dan akan kembali ke suhu normal sehari kemudian,” ujarnya.

Secara keseluruhan korban tewas akibat bencana suuhu ekstrem di AS tersebut mencapai 21 orang. Tujuh korban tewas di Negara Bagian Illinois dan enam di Indiana. Sementara lima orang lainnya diketahui meninggal ketika sedang menyerok salju di luar.

Di Missouri, seorang balita laki-laki berusia satu tahun tewas akibat mobil-mobilan yang dia kendarai menabrak alat bajak salju ketika sedang menyapu salju di jalan. Seorang wanita berusia 20 tahun juga tewas dalam sebuah kecelakaan terpisah ketika mobil yang dikendarainya tergelincir dan menabrak traktor.

Sementara korban lainnya teridentifikasi sebagai orangorang tuna wisma yang menolak untuk menghangatkan diri di rumah penampungan sementara atau tidak memiliki tempat untuk bernaung. Sementara dari data yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI di situs resminya, hingga Rabu kemarin, belum ada satu pun WNI yang menjadi korban cuaca ekstrem tersebut. (bbc-sep-38)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER